Dikepung Militer Israel, Umat Kristen Palestina Tetap Rayakan Sabtu Suci di Gereja

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 20 April 2025 | 10:18 WIB
Umat Kristen Palestina merayakan Paskah di tengah serangan Israel (art news)
Umat Kristen Palestina merayakan Paskah di tengah serangan Israel (art news)

KLIK SAJA - Walau di tengah ketegangan dan blokade militer yang semakin ketat, umat Kristen Palestina tetap menjalankan ibadah Sabtu Suci dengan penuh keteguhan dan iman.

Pada Sabtu, 19 April 2025, gereja-gereja di seluruh Palestina menggelar perayaan Sabtu Suci menjelang Hari Raya Paskah.

Namun, perayaan tahun ini kembali berlangsung dalam keterbatasan akibat agresi dan pendudukan Israel, terutama di Jalur Gaza dan Yerusalem.

Di Kota Tua Yerusalem, suasana ibadah terasa sangat berbeda. Meski dibatasi oleh pos-pos militer dan pengawasan ketat, misa Sabtu Suci tetap berlangsung di Gereja Makam Kudus.

Patriark Gereja Ortodoks Yunani, Theophilos III, memimpin ibadah bersama sejumlah uskup dan jemaat yang berhasil melewati pemeriksaan militer Israel.

Jumlah jemaat pun sangat terbatas karena pembatasan akses yang semakin diperketat.

Sudah dua tahun berturut-turut perayaan Sabtu Suci di Yerusalem tidak dilakukan secara besar-besaran.

Ini bukan hanya karena faktor keamanan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan duka mendalam atas penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang sejak Oktober 2023 terus menjadi sasaran serangan Israel.

Tradisi pengambilan Api Suci dari Gereja Makam Kudus tetap dijalankan. Api tersebut kemudian dihantarkan secara simbolik ke berbagai kota di Tepi Barat seperti Bethlehem, Ramallah, Jericho, Nablus, hingga Jenin.

Namun, perayaannya dibatasi hanya di dalam gereja tanpa prosesi publik seperti biasanya.

Di Ramallah, Api Suci disambut dalam suasana hening di Gereja Transfigurasi. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk anggota Komite Eksekutif PLO Ramzi Khoury, Gubernur Ramallah Leila Ghannam, serta para pemuka agama Kristen dan Islam.

Kehadiran lintas agama ini menjadi simbol persatuan rakyat Palestina di tengah penderitaan bersama.

Sementara di Gaza, akibat blokade total Israel, Api Suci tidak dapat dikirimkan.

Meski demikian, jemaat tetap melangsungkan ibadah dengan khidmat di Gereja Janasuci Porfirius dan Gereja Keluarga Kudus, menunjukkan keteguhan iman meski di tengah keterbatasan listrik, air, dan keamanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Anadolu Ajansi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X