Akhirnya Tim MER-C Indonesia Berhasil Mencapai Gaza Utara, Siap Tingkatkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Palestina

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 06:30 WIB
Tim Mer-C Indonesia tampak sedang berdiskusi dengan petugas layanan kesehatan Gaza Utara (MER-C)
Tim Mer-C Indonesia tampak sedang berdiskusi dengan petugas layanan kesehatan Gaza Utara (MER-C)

KLIK SAJA - Sejak Rabu pagi, 29 Januari 2025, tim MER-C Indonesia bersama dengan konvoi WHO di Gaza Selatan berhasil bergerak menuju Gaza Utara.

Tujuan kedatangan tim relawan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan logistik RS Indonesia dan fasilitas kesehatan lainnya di Gaza Utara.

Lima orang tim MER-C Indonesia beserta empat staf lokal melakukan 8 jam perjalanan darat melewati jalan sempit dan puing-puing sisa perang, yang dipenuhi oleh warga Gaza yang berbondong-bondong pulang ke Utara setelah penjagaan di koridor Netzarim dialihkan dari pasukan penjajah kepada tim militer Internasional.

Baca Juga: Empat Sandera Tentara Wanita Israel Dibebaskan Hamas, Sumringah dan Lambaikan Tangan Pada Warga Gaza

Tim MER-C Indonesia tiba di RS Public Aid, Gaza City, diterima langsung oleh Direktur RS Public Aid Eng. Mohammed Abu Yusuf.

EMT MER-C ke-7 tediri dari empat relawan medis yaitu dua dokter spesalis penyakit dalam DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., dan dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., satu dokter spesialis bedah saraf dr. Eka Budhi Satyawardhana, Sp.BS., serta satu perawat Puren Prasetiyadi, Amd.Kep.

Sebelumnya Tim ini bertolak dari Jakarta ke Amman Yordania pada hari Kamis (23/1) dan berhasil masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi WHO pada Selasa (28/1).

Maka dengan masuknya EMT MER-C ke-7, jumlah relawan MER-C di Gaza saat ini sebanyak lima orang.

Tim ini rencananya akan bertugas selama satu setengah bulan di Jalur Gaza.

Pada hari Kamis Pagi (30/1) setelah memasuki Gaza Utara, EMT MER-C ke 7 segera melakukan Disaster Triage dan penilaian cepat kondisi pasca genosida.

"Ekosistem Gaza Utara mengalami kehancuran terbesar akibat Genosida, meskipun demikian, populasi meningkat sangat cepat setelah gencatan senjata dan koridor Netzarim dibuka" papar ketua EMT MER-C ke 7, dr.Hadiki Habib.

Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Gaza, Israel Kini Jadikan Tepi Barat Sebagai Sasaran Serangan

"Kita akan segera menghadapi kasus-kasus luka-luka pasca perang, eksaserbasi akut penyakit kronik, dan penyakit infeksi seperti gastroenteritis dan pneumonia di wilayah Gaza Utara" lanjut dr. Hadiki "Gaza saat ini masih musim dingin, dan sumber air sangat terbatas di Utara"

RS Al-Awda masih menjadi satu-satunya rumah sakit yg berfungsi di utara, rumah sakit ini awalnya fokus kepada layanan Obstetri,namun menerima kasus umum lainnya pasca perang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: MER-C.org

Tags

Rekomendasi

Terkini

X