KLIK SAJA - Setelah tertunda beberapa jam, ada adegan gembira di Ramallah saat sekitar 60 tahanan Palestina dibebaskan dari tahanan Israel dan dibawa ke pelukan orang-orang yang mereka cintai.
Di antara mereka yang dibebaskan dan merasakan kebebasan untuk pertama kalinya dalam 22 tahun masa tahanan adalah Hussain Nassar yang berusia 47 tahun.
Ia ditangkap pada tahun 2003 karena mengambil bagian dalam gerakan Intifada Palestina kedua.
Baca Juga: Empat Sandera Tentara Wanita Israel Dibebaskan Hamas, Sumringah dan Lambaikan Tangan Pada Warga Gaza
Putri-putrinya, Hedaya, berusia 22 tahun, dan Raghad, berusia 21 tahun, hadir untuk menemuinya untuk kali pertama.
Saat Raghad, putri kedua Hussain Nassar lahir pada tahun 2003, ayahnya ditangkap dan ditahan oleh tentara Zionis Israel.
Hingga akhirnya dibebaskan pada gencatan senjata Hamas-Israel pada Januari 2025.
Keduanya mengenakan gaun tradisional berwarna merah dan hitam mencolok dari Nablus, kampung halaman mereka.
Putri bungsunya sebelumnya mengatakan kepada saya bahwa mustahil menggambarkan kehidupan begitu lama tanpa ayahnya.
"Ini pertama kalinya aku menyentuhnya. Aku akan memeluknya. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku." Ungkapnya.
Hampir gemetar karena kegembiraan bertemu ayahnya, dia berkata, "Israel menangkapnya saat ibu saya sedang mengandung saya. Saya merasa ini adalah pertama kalinya saya tahu bagaimana rasanya memiliki seorang ayah!" tambahnya.
Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Gaza, Israel Kini Jadikan Tepi Barat Sebagai Sasaran Serangan
Tangis haru antara sang ayah dan kedua anaknya tak terbendung lagi, seolah membuncah harapan untuk kembali merajut kehidupan di Tepi Barat, Palestina.
Dibandingkan dengan para tahanan Israel yang ditangkap Hamas pada peristiwa 7 Oktober 2023, maka penderitaan para tahanan Palestina tentunya justru lebih menderita.