KLIK SAJA - Ratusan ribu warga Palestina melakukan ‘long march’ berjalan kaki kembali ke Gaza utara setelah Israel membuka rute melalui Koridor Netzarim
Penyeberangan Koridor Netzarim dibuka untuk pejalan kaki pada pukul 07:00 waktu setempat, yang memungkinkan warga Palestina untuk kembali ke utara.
Kantor berita tersebut juga mengatakan pemerintah Gaza telah mempekerjakan "lebih dari 5.500" orang untuk "memfasilitasi kembalinya masyarakat terlantar" ke Kota Gaza dan wilayah utara.
Perkiraan pemerintah menunjukkan warga di Kota Gaza dan wilayah utara membutuhkan 135.000 tenda dan karavan saat mereka kembali ke rumah yang hancur.
Baca Juga: Empat Sandera Tentara Wanita Israel Dibebaskan Hamas, Sumringah dan Lambaikan Tangan Pada Warga Gaza
Israel sempat menunda pembukaan pada hari Sabtu setelah terjadi perselisihan mengenai pembebasan seorang sandera.
Kendaraan diizinkan melintasi pos pemeriksaan "setelah pemeriksaan" mulai pukul 09:00 waktu setempat.
Namun bagi mereka yang menggunakan mobil, butuh waktu berhari-hari untuk melintasi pos pemeriksaan.
Lebih dari 200.000 orang memasuki wilayah utara dengan berjalan kaki dalam dua jam pertama pembukaan perbatasan, kata seorang pejabat keamanan Gaza kepada kantor berita AFP.
Rekaman drone menunjukkan banyak orang berjalan ke utara di sepanjang rute pantai, tetapi orang-orang yang bepergian dengan mobil menghadapi antrian berhari-hari di pos pemeriksaan.
Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Gaza, Israel Kini Jadikan Tepi Barat Sebagai Sasaran Serangan
Pemandangan sepanjang pantai, begitu memilukan, dimana warga Gaza harus menyaksikan kampung halaman mereka telah rata dengan tanah.
Warga Palestina seharusnya kembali ke utara pada hari Sabtu, namun mereka tertahan oleh pertikaian mengenai sandera Israel, Arbel Yehud.
Analisis citra satelit menunjukkan bahwa Gaza utara adalah wilayah yang paling rusak di Jalur Gaza -dengan 74% bangunan rusak atau hancur di Kota Gaza.