KLIK SAJA - Sebanyak 200 tahanan Palestina telah dibebaskan dengan suasana gembira di Tepi Barat setelah Israel membebaskan mereka dengan imbalan empat sandera wanita yang ditawan Hamas di Gaza.
Lebih dari separuh dari 200 orang yang dibebaskan telah menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel beberapa di antaranya dihukum karena beberapa pembunuhan, termasuk pembunuhan warga sipil Israel.
Sementara yang lainnya tidak pernah didakwa atas kejahatan apa pun.
Baca Juga: Empat Sandera Tentara Wanita Israel Dibebaskan Hamas, Sumringah dan Lambaikan Tangan Pada Warga Gaza
Sekitar 70 pelanggar paling serius dideportasi melalui Mesir ke negara-negara tetangga, termasuk Qatar dan Turki.
Jumlah yang lebih sedikit akan dikirim ke Gaza, sisanya sekitar 120 orang akan diizinkan kembali ke rumah mereka di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
"Setelah selesainya kegiatan yang diperlukan di penjara dan persetujuan otoritas politik, semua teroris dibebaskan dari penjara Ofer dan Ktziot," ungkap Dinas Penjara Israel dalam sebuah pernyataan.
Beberapa tahanan yang dibebaskan diangkat tinggi oleh orang banyak diiringi sorak-sorai dan kembang api setelah mereka turun dari bus.
Kemudian terjadi perebutan saat mereka berusaha menemukan orang-orang yang mereka cintai dan anggota keluarga, sebelum dibawa ke kompleks olahraga tempat perayaan dilanjutkan.
Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Gaza, Israel Kini Jadikan Tepi Barat Sebagai Sasaran Serangan
"Alhamdulillah! Ini perasaan yang luar biasa, saya tidak bisa menggambarkan perasaan ini! Saya sudah mendekam di penjara selama enam tahun dua bulan," ungkap Bakker Kwaawish, tahanan yang dibebaskan setelah ia turun dari salah satu bus dengan mengenakan seragam tahanan abu-abu.
Tahanan Palestina termuda yang dibebaskan pada hari Sabtu berusia 16 tahun.
Tahanan tertua, Mohammed al-Tous, berusia 69 tahun.
Ia telah menghabiskan 39 tahun di penjara, setelah pertama kali ditangkap pada tahun 1985 saat melawan pasukan Israel.