Masih Dendam Membara! PM Benjamin Netanyahu Siap Lanjutkan Perang Gaza Walau Sudah Sepakat Gencatan Senjata

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 19 Januari 2025 | 05:20 WIB
Sebuah Karikatur gambarkan PM Israel, Benjamin Netanyahu yang membenci gencatan senjata (tangkapan layar X doddy)
Sebuah Karikatur gambarkan PM Israel, Benjamin Netanyahu yang membenci gencatan senjata (tangkapan layar X doddy)

KLIK SAJA - Benjamin Netanyahu mengatakan Israel memiliki hak untuk melanjutkan pertempuran dengan Hamas “jika diperlukan” jika negosiasi lebih lanjut gagal.

Menjelang gencatan senjata, tidak ada pembicaraan tentang perdamaian abadi dari perdana menteri Israel.

Sebaliknya, pesannya sangat jelas bahwa Israel siap untuk kembali berperang jika diperlukan dan mendapat dukungan dari sekutu terpentingnya, Amerika Serikat, untuk melakukannya.

Sebagian pesan yang keras itu disebabkan oleh sifat pemerintahan Netanyahu yang tidak menentu.

Baca Juga: Tok! Akhirnya Israel Setujui Gencatan Senjata Gaza, Walau Dengan Berat Hati

Partai-partai ultra nasionalis sayap kanan yang diandalkannya membenci kesepakatan itu dan ingin dia berjanji untuk kembali berperang dalam waktu enam minggu setelah 33 sandera dibebaskan.

Itulah sebabnya bahasa yang digunakan dalam pidato tersebut adalah tentang gencatan senjata yang “sementara” dan menyatakan IDF Israel tetap ada untuk kembali berperang.

Koalisi parlemen sayap kanan Israel kompak untuk lanjutkan perang sewaktu-waktu, walau sudah ada gencatan senjata.

Baik Presiden Trump maupun Presiden Biden telah memberikan dukungan penuh terhadap hak Israel untuk melanjutkan pertempuran jika kita menyimpulkan bahwa negosiasi untuk Fase 2 adalah sia-sia.

Hal itu agak bertentangan dengan komentar Presiden Biden di awal minggu bahwa, jika kesepakatan tidak dapat dicapai pada tahap kedua, gencatan senjata akan tetap berlaku.

Baca Juga: Setelah 15 Bulan, Akhirnya Israel dan Hamas Capai Kesepakatan, Biden Pastikan Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza

Netanyahu jelas-jelas berjalan di atas tali politik yang ketat, opini publik di Israel sudah lelah dengan perang dan mendukung kesepakatan yang memulangkan para sandera.

Di tingkat internasional, Presiden AS terpilih Donald Trump telah mengklaim keberhasilannya membebaskan para sandera.

Kecuali jika ia dapat secara kredibel menyalahkan Hamas atas kehancurannya, sangat sulit bagi Netanyahu untuk mundur sekarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X