Setelah 15 Bulan, Akhirnya Israel dan Hamas Capai Kesepakatan, Biden Pastikan Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 16 Januari 2025 | 04:14 WIB
Warga Gaza Tampak bersuka cita rayakan kesepakatan Gencatan Senjata (Getty Images)
Warga Gaza Tampak bersuka cita rayakan kesepakatan Gencatan Senjata (Getty Images)

KLIK SAJA - Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang selama 15 bulan, yang akan dimulai pada hari Minggu 19 Januari 2025.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengonfirmasi kesepakatan tersebut , yang melibatkan gencatan senjata penuh dan menyeluruh, penarikan pasukan Israel dari Gaza dan pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas.

Biden mengatakan tahap pertama akan memungkinkan warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka dan membiarkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

Baca Juga: Staf Medis RS Indonesia Gaza Pilih Bertahan Walau Diminta Israel Untuk Evakuasi

Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan membawa 251 orang kembali ke Gaza sebagai sandera.

Serangan ini memicu serangan besar-besaran Israel di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 46.000 warga Palestina tewas, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

Israel mengatakan 94 sandera masih ditahan oleh Hamas, 34 di antaranya diduga tewas.

Sementara itu, Presiden Israel Isaac Herzog yang menyampaikan konferensi pers, menandai pidato resmi pertama pejabat Israel tentang kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata.

Herzog mengatakan dia menawarkan dukungannya kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan tim negosiasinya "dalam upaya mereka untuk menyelesaikan kesepakatan ini," saat dia meminta kabinet dan pemerintah untuk menerimanya.

Sebagai pengingat, kabinet Israel masih perlu menyetujui kesepakatan itu melalui pemungutan suara, meskipun hal itu diharapkan akan dilakukan, meskipun ada keberatan dari beberapa menteri di sayap kanan ekstrem pemerintah.

Baca Juga: Militer Israel Batasi Liputan Media, Untuk Tutupi Kejahatan Perang di Gaza

Inilah momen yang sangat diinginkan Biden setelah kengerian 15 bulan terakhir dan masalah yang paling memecah belah dalam kebijakan luar negerinya, baik di dalam maupun luar negeri.

Butuh waktu delapan bulan setelah ia mengumumkan kerangka gencatan senjata untuk sampai di sini.

Ia mengungkapkan kelegaannya bagi para sandera Israel dan Amerika serta bagi warga Palestina di Gaza yang katanya telah "mengalami neraka".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X