KLIK SAJA - Setidaknya dilaporkan 56 orang tewas dalam desakan di pertandingan sepak bola di kota terbesar kedua Guinea, Nzérékoré, ungkap pemerintah setempat pada Senin, (02/11/2024).
Jumlah korban tewas itu dibantah oleh banyak warga masyarakat di negara itu, yang meyakini sebenarnya bisa mendekati ratusan yang meninggal.
Dilansir dari BBC, Beberapa laporan menunjukkan bahwa peristiwa itu terpicu keputusan wasit, yang mengusir dua pemain dari tim tamu, Labé, dan memberikan tendangan penalti yang kontroversial.
Baca Juga: PBB Tangguhkan Bantuan ke Gaza, Imbas Perampokan Gangster Israel
Sebuah penyelidikan sedang diluncurkan untuk menemukan siapa yang harus bertanggung jawab.
Perdana Menteri Oury Bah mengatakan dalam sebuah pernyataan, menyebut peristiwa itu "tragis" dan menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang berduka.
Media setempat mengatakan polisi menggunakan gas air mata setelah pendukung tim tamu, Labé, melemparkan batu ke arah lapangan sebagai bentuk kemarahan terhadap wasit.
Dilaporkan suasana kacau di luar stadion, dengan kerumunan besar berusaha memanjat tembok dan banyak mayat tergeletak di tanah, bahkan tak sedikit korbannya adalah anak-anak.
Akses internet di wilayah tersebut telah dibatasi, dan polisi menjaga pintu masuk rumah sakit tempat para korban luka dirawat.
Perdana Menteri Bah telah memberikan penghormatan kepada puluhan orang yang tewas dan menjanjikan dukungan medis dan psikologis penuh kepada semua yang terluka.
Badan sepak bola Guinea, Feguifoot, menyebutnya sebagai momen "penderitaan yang amat mendalam" dan mengatakan bahwa sepak bola dimaksudkan untuk "menyatukan hati dan mendekatkan pikiran" bukan menyebabkan "tragedi dan kesedihan".
Baca Juga: Banjir Besar Rendam Malaysia Utara dan Thailand Selatan, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Guinea adalah salah satu dari beberapa negara - termasuk Ethiopia, Gambia, Chad, Sierra Leone - yang saat ini dilarang menyelenggarakan pertandingan sepak bola internasional karena CAF mengatakan tempat penyelenggaraannya tidak memenuhi standar internasional.
Artinya, ketika Guinea ambil bagian dalam kualifikasi Piala Afrika baru-baru ini, semua pertandingan kandang mereka harus diadakan di negara tetangga Pantai Gading.