Polisi Paris Perketat Keamanan Jelang Laga Prancis Kontra Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 14 November 2024 | 10:57 WIB
Kesatuan Kepolisian Paris Perketat Keamanan di Stade de France, jelang laga Prancis Vs Israel (AFP)
Kesatuan Kepolisian Paris Perketat Keamanan di Stade de France, jelang laga Prancis Vs Israel (AFP)

KLIK SAJA - Ribuan polisi dikerahkan di Paris untuk memastikan keamanan pada pertandingan internasional Prancis versus Israel pada hari Kamis (14/11/24) waktu setempat.

Hal tersebut dilakukan setelah evaluasi kejadian kekerasan di Amsterdam di mana penggemar Maccabi Tel Aviv diserang.

Kepala polisi Paris Laurent Nuñez mengatakan bahwa 4.000 petugas akan berpatroli, 2.500 di Stade de France di pinggiran utara Paris dan sisanya di transportasi umum dan di dalam ibu kota.

Baca Juga: PBB: Pembangunan Konstruksi Israel di Dataran Tinggi Golan Langgar Wilayah Gencatan Senjata

Selain itu, sekitar 1.600 penjaga keamanan swasta akan bertugas di stadion, dan unit polisi antiteroris elit akan melindungi skuad Israel yang berkunjung.

“Ini adalah pertandingan berisiko tinggi dikarenakan konteks geopolitik yang sangat tegang,” kata Nuñez.

“Kami tidak akan mengizinkan upaya apa pun untuk mengganggu ketertiban umum.” tambahnya.

Pertandingan UEFA Nations League berada di bawah pengawasan ketat menyusul kekerasan rasisme dan anti-semitisme setelah pertandingan Kamis lalu antara Ajax dan Maccabi Tel Aviv di Belanda.

Dilaporkan Stadion yang dapat menampung 80.000 penonton itu rencananya hanya akan terisi seperempatnya.

Berdasarkan anjuran pemerintah Israel, tidak lebih dari 100 penggemar Israel diharapkan datang ke Paris, meskipun pendukung Israel lainnya mungkin akan datang menonton pertandingan.

Politisi di seluruh Eropa mengecam “kembalinya antisemitisme” setelah penggemar Israel dikejar di jalan-jalan Amsterdam.

Baca Juga: PBB: Gaza Diambang Kelaparan Hebat Akibat Blokade Bantuan Kemanusiaan Oleh Israel

Namun hal tersebut dipicu karena para penggemar Maccabi sendiri terlibat dalam vandalisme, merobek bendera Palestina, menyerang sebuah taksi, dan meneriakkan slogan-slogan anti-Arab, menurut otoritas kota.

Akhirnya mereka pun kemudian menjadi sasaran sekelompok kecil perusuh yang berjalan kaki, dengan skuter, atau mobil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X