Nasib Minyak di 2024
Menambah sentimen bearish, data dari Bureau of Economic Analysis (BEA) AS menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah AS mendekati rekor 6 juta barel per hari pada Oktober.
Atas ekspor minyak mentah AS yang mendekati rekor 6 juta Barel per harinya tersebut diyakini dengan aliran ke Eropa dan Asia menunjukkan peningkatan yang stabil.
Baca Juga: Resmi! KPK Tetapkan Eddy Hiariej Jadi Terangka
Meningkatnya ketidakpastian ekonomi di negara importir minyak mentah utama seperti China juga membebani pasar.
Terlebih, baru-baru ini lembaga pemeringkat kredit Moody’s memangkas prospek peringkat kredit pemerintah China dari stabil menjadi negatif.
Di samping itu, OPEC+ mengecewakan para pelaku pasar minyak minggu lalu dengan mengumumkan pemotongan sukarela dari beberapa produsen.
Namun, OPEC+ gagal menyepakati pengurangan pasokan secara keseluruhan setidaknya untuk kuartal pertama tahun 2024, ketika permintaan sedang berada pada titik terendah.
Baca Juga: Organisasi Kesehatan Indonesia Harap RPP Terkait Kesehatan Segera Disahkan
Dilaporkan sebelumnya, anggota OPEC+ mengumumkan pengurangan pasokan minyak tambahan sebesar 2,2 juta barel per hari pada minggu lalu.
Meski demikian, lebih dari 1,3 juta barel per hari merupakan perpanjangan dari pengurangan sukarela yang dilakukan oleh Arab Saudi dan Rusia.
Melansir Oil Price, Kepala Strategi Komoditas di ING, Warren Patterson mengatakan dalam sebuah catatan awal pekan ini OPEC+ selama ini menjadi kunci pergerakan harga minyak.
“Bagaimanapun, manajemen pasar minyak dari OPEC+ akan menjadi kunci arah pergerakan harga tahun depan. Prospek pasar minyak sangat bergantung pada kebijakan OPEC+,” kata Patterson.
Artikel Terkait
Meski Penutup Tahun IHSG Menguat, Pasar Asia Kurang Bergairah Ternyata Ini Faktornya
Jasa Marga Emiten Saham JSMR Anggarkan Capex Hingga Rp10 Triliun, Ternyata Ini Sumbernya
Ditutup Menguat! IHSG Tembus Hingga Ke Level 7.100, Simak Rekomendasi Acuan Saham Perdagangan Besok
Begini Untuk Harga Emas Perhiasan 70 Persen Hari Ini
Target Lada Bersih Hingga Rp 1,16 Triliun Pada Penutup Tahun 2023, Emiten Saham CMNP Milik Jusuf Hamka Bersiap untuk Melesat