Minyak Kembali Bertenaga Usai Merosot Tajam, Akankah Menjadi Harga Tertinggi Menuju Tahun 2024?

photo author
Rama Nuansa, Klik Saja
- Jumat, 8 Desember 2023 | 13:51 WIB
Minyak Kembali Bertenaga Usai Merosot Tajam, Akankah Menjadi Harga Tertinggi Menuju Tahun 2024? (Foto: Ist)
Minyak Kembali Bertenaga Usai Merosot Tajam, Akankah Menjadi Harga Tertinggi Menuju Tahun 2024? (Foto: Ist)

Nasib Minyak di 2024

Menambah sentimen bearish, data dari Bureau of Economic Analysis (BEA) AS menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah AS mendekati rekor 6 juta barel per hari pada Oktober.

Atas ekspor minyak mentah AS yang mendekati rekor 6 juta Barel per harinya tersebut diyakini dengan aliran ke Eropa dan Asia menunjukkan peningkatan yang stabil.

Baca Juga: Resmi! KPK Tetapkan Eddy Hiariej Jadi Terangka

Meningkatnya ketidakpastian ekonomi di negara importir minyak mentah utama seperti China juga membebani pasar.

Terlebih, baru-baru ini lembaga pemeringkat kredit Moody’s memangkas prospek peringkat kredit pemerintah China dari stabil menjadi negatif.

Baca Juga: Tim Penyidik Kejaksaan Agung Melakukan Penggeledahan dan Penyitaan dalam Perkara Komoditas Timah PT Timah Tbk

Di samping itu, OPEC+ mengecewakan para pelaku pasar minyak minggu lalu dengan mengumumkan pemotongan sukarela dari beberapa produsen.

Namun, OPEC+ gagal menyepakati pengurangan pasokan secara keseluruhan setidaknya untuk kuartal pertama tahun 2024, ketika permintaan sedang berada pada titik terendah.

Baca Juga: Organisasi Kesehatan Indonesia Harap RPP Terkait Kesehatan Segera Disahkan

Dilaporkan sebelumnya, anggota OPEC+ mengumumkan pengurangan pasokan minyak tambahan sebesar 2,2 juta barel per hari pada minggu lalu.

Meski demikian, lebih dari 1,3 juta barel per hari merupakan perpanjangan dari pengurangan sukarela yang dilakukan oleh Arab Saudi dan Rusia.

Baca Juga: Sambut Baik! Kehadiran Smelter Titanium Pertama di Indonesia, Erzaldi: Ini Merupakan Langkah Putera Bangka Belitung

Melansir Oil Price, Kepala Strategi Komoditas di ING, Warren Patterson mengatakan dalam sebuah catatan awal pekan ini OPEC+ selama ini menjadi kunci pergerakan harga minyak.

“Bagaimanapun, manajemen pasar minyak dari OPEC+ akan menjadi kunci arah pergerakan harga tahun depan. Prospek pasar minyak sangat bergantung pada kebijakan OPEC+,” kata Patterson.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rama Nuansa

Sumber: IDX Channel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X