Pemotongan yang diumumkan minggu lalu akan cukup untuk menghapus surplus pasar yang diperkirakan sebelumnya untuk kuartal pertama tahun 2024.
“Namun, neraca kami masih menunjukkan surplus kecil pada kuartal kedua 2024, yang berarti pasar kemungkinan seimbang pada semester pertama 2024. Hal ini dapat dan kemungkinan akan berubah tergantung pada bagaimana anggota OPEC+ membatalkan pemotongan sukarela ini,” kata Patterson.
ING melihat Minyak Mentah Brent diperdagangkan pada level terendah di level USD80an per barel pada awal tahun depan.
Sementara itu Brent akan diperdagangkan rata-rata USD91 per barel pada kuartal kedua 2024 ketika pasar akan kembali mengalami defisit.***
Artikel Terkait
Meski Penutup Tahun IHSG Menguat, Pasar Asia Kurang Bergairah Ternyata Ini Faktornya
Jasa Marga Emiten Saham JSMR Anggarkan Capex Hingga Rp10 Triliun, Ternyata Ini Sumbernya
Ditutup Menguat! IHSG Tembus Hingga Ke Level 7.100, Simak Rekomendasi Acuan Saham Perdagangan Besok
Begini Untuk Harga Emas Perhiasan 70 Persen Hari Ini
Target Lada Bersih Hingga Rp 1,16 Triliun Pada Penutup Tahun 2023, Emiten Saham CMNP Milik Jusuf Hamka Bersiap untuk Melesat