Nasional, Klik Saja - Organisasi-organisasi kesehatan indonesia menilai bahwa adanya intervensi dari pihak luar terkait adanya pengesahan rancangan peraturan pemerintah terkait pengaman zat adiktif.
Hal tersebut disampaikan oleh organisasi organisasi kesehatan pada Rabu (6/12) melalui konferensi pers yang dilakukan di kantor PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
dr. Moh. Adib Khumaedi selaku ketua umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengatakan bahwa selama ini praktisi kesehatan telah menjadi garda terdepan dan berhadapan langsung dengan permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh zat adiktif terutama rokok.
Ia juga mengatakan bahwa saat ini jumlah pengidap penyakit katastropik selalu meningkat setiap tahunnya karena disebabkan oleh rokok.
"Penyakit-penyakit katastropik yang terus meningkat diiringi dengan pravelensi perokok yang tak kunjung turun", kata dr. Moh Adib Khumaedi.
Diketahui, bahwasanya prevalensi perokok anak mencapai 9,1%, dan terjadi peningkatan perokok pemula di usia yang lebih muda, yaitu pada kelompok usia 10-14 dan 5-9 tahun.
Artikel Terkait
Angin Segar! Kehadiran Smelter Titanium Pertama di Indonesia, Menteri Perindustrian: Ini Menjadi Daya Tarik Investor
Sambut Baik! Kehadiran Smelter Titanium Pertama di Indonesia, Erzaldi: Ini Merupakan Langkah Putera Bangka Belitung