KLIK SAJA - Monhandas Karamchand Gandhi atau yang kita kenal sebagai Mahatma Gandhi lahir di kota kecil Porbandar, di pantai barat India , pada tanggal 2 Oktober 1869.
Ia berasal dari kasta Vaishya, atau kasta pedagang, sementara ayahnya meninggal saat ia berusia 15 tahun, maka ibunya-lah yang memberi pengaruh terbesar dalam hidupnya.
Guru spiritualnya adalah seorang penganut Jainisme .
Di antara penganut Jain di India, doktrin utamanya adalah "kesucian semua kehidupan," atau Ahimsa, yang sering diterjemahkan sebagai "tanpa kekerasan”, dimana ajaran ini tetap menjadi yang terpenting bagi Gandhi.
Di Afrika Selatan
Saat berusia 19 tahun, ia datang ke London, memenuhi syarat sebagai pengacara, kemudian kembali ke Bombay pada tahun 1892, mendirikan praktik hukum.
Pada tahun 1896, ia pergi ke Transvaal, Afrika Selatan untuk membantu seorang klien dalam gugatan hukum.
Kunjungan tersebut mengubah seluruh jalan hidupnya, dimana ia melihat ketidakmampuan sosial dan politik rekan senegaranya di Afrika Selatan.
Baca Juga: India Bakal Beri Sanksi Bagi Penjual Makanan Jorok Ekstrem
Maka ia pun memutuskan untuk tinggal dan membantu mereka dan segera ia menjadi pemimpin dan penasihat politik mereka.
Ia terus mempersiapkan para pengikutnya di Afrika Selatan untuk berjuang mengakhiri penghinaan yang mereka alami, akibatnya tiga kali ia masuk penjara.
Sedikit demi sedikit, orang-orang India mendapatkan rasa hormat dari orang-orang Eropa di Afrika Selatan karena ketaatan mereka kepada pemimpin mereka dalam kampanye perlawanan pasifnya.
Musim panas tahun 1914 membawa kemenangan bagi perjuangan tersebut, dan pada bulan Juli tahun itu Perjanjian Gandhi-Smuts ditandatangani.
Ketika perang tahun 1914-18 meletus, ia datang ke Inggris untuk mengorganisasikan korps ambulans India (ia pernah bertugas sebagai ambulans dalam kampanye Zulu dan Perang Boer), tetapi karena sakitnya sangat parah sehingga para dokter mengirimnya kembali ke India.