wisata

Mengenal Tradisi Pamose Asal Desa Topoyo, Atraksi Debus Khas Mamuju

Senin, 20 Juli 2026 | 23:24 WIB
ilustrasi aksi Pamose (gemini)

KLIK SAJA – Jika kita mengenal atraksi kebal senjata ‘debus’ dari Banten, maka di Mamuju ternyata ada tradisi serupa yang namanya Pamose.

Pamose merupakan tradisi turun-temurun yang hidup dan terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya yang tidak hanya merekam jejak sejarah masyarakat Topoyo, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai keberanian, persatuan, dan penghormatan kepada leluhur.

Secara etimologis, istilah Pamose berasal dari kata dasar mose yang memperoleh imbuhan pa- atau ma-.

Penyebutan Pamose merujuk pada seseorang yang sedang melakukan ritual mose dari sudut pandang pelaku.

Sementara itu, Mamose mengacu pada seseorang yang menyaksikan pelaksanaan ritual tersebut, kemudian menceritakan kembali peristiwa mose dari sudut pandang orang ketiga.

Dalam bahasa Topoyo, Pamose dimaknai sebagai tarian para kesatria yang memainkan parang sebagai simbol keberanian.

Pada masa lampau, tarian ini dipersembahkan kepada Tobaha (ketua adat) sebagai bentuk laporan kemenangan setelah kembali dari medan perang.

Para kesatria menceritakan bagaimana mereka menghadapi musuh dan meraih kemenangan, tidak hanya kepada Tobaha, tetapi juga kepada Pontai (penasihat ketua adat), Pondoulu (juru perekonomian), Pahombi (juru pertanian), Sanro (dukun adat), Pajimo (penabuh gendang), Imam Adat, serta seluruh masyarakat.

Seiring berkembangnya zaman, Tradisi Pamose mengalami proses adaptasi.

Masuknya ajaran Islam yang kini dianut oleh sekitar 90 persen masyarakat Topoyo turut memengaruhi pelaksanaannya, sehingga ritual ini memperlihatkan perpaduan antara tradisi leluhur dan nilai-nilai keislaman.

Dalam praktiknya, Pamose selalu dilaksanakan secara berkelompok sebagai simbol kebersamaan, bukan sebagai pertunjukan individual.

Pelaksanaan Tradisi Pamose terdiri atas tiga tahapan utama, yakni Magora, Magane, dan Pamose.

  1. Magora

Magora merupakan tahap pembuka yang dilaksanakan sehari sebelum prosesi utama. Dalam bahasa Topoyo, magora berarti "mengambil obat untuk keselamatan".

Halaman:

Tags

Terkini