Mengenal Tradisi Pamose Asal Desa Topoyo, Atraksi Debus Khas Mamuju

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 20 Juli 2026 | 23:24 WIB
ilustrasi aksi Pamose (gemini)
ilustrasi aksi Pamose (gemini)

Ritual ini dipimpin oleh Pontai dan dilakukan dengan menyusuri Sungai Budong-Budong menggunakan katinting atau perahu bermotor, dari hulu menuju hilir.

Prosesi tersebut menjadi simbol permohonan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat selama rangkaian Tradisi Pamose berlangsung.

Air sungai dipandang sebagai media yang membawa doa serta harapan akan ketenteraman dan kesejahteraan kampung.

  1. Magane (Syukuran)

Setelah Magora selesai dilaksanakan, rangkaian berlanjut pada ritual Magane, yang berarti doa atau ungkapan syukur.

Pada tahap ini, masyarakat memanjatkan doa bagi keselamatan seluruh warga sekaligus mendoakan benda-benda pusaka peninggalan leluhur.

Baca Juga: Mengenal Bendrong Lesung Asal Banten, Tradisi Leluhur Tumbuk Padi Sambut Hajatan Besar

Berbagai pusaka adat seperti tombak, gendang, keris, parang, dan kondobulo (kapak kecil) dibersihkan serta diberikan sesajen sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Ritual ini dipimpin oleh Sanro bersama Imam Adat.

Menurut kepercayaan masyarakat Topoyo, benda-benda pusaka tersebut memiliki nilai spiritual yang harus terus dijaga.

Apabila ritual doa tidak dilaksanakan, diyakini berbagai bencana dan malapetaka dapat menimpa kampung.

  1. Pamose

Tahap terakhir sekaligus inti dari keseluruhan rangkaian adalah pelaksanaan ritual Pamose. Prosesi ini umumnya berlangsung di halaman rumah ketua adat atau lokasi lain yang telah disepakati bersama.

Karena sebagian besar pusaka adat disimpan oleh Tobaha, rumah ketua adat sering menjadi tempat pelaksanaan ritual.

Pamose merupakan ritual yang terbuka bagi masyarakat maupun para tamu yang ingin menyaksikannya.

Sebelum prosesi dimulai, Pontai membuka acara, kemudian para pelaku Pamose menyampaikan pesan-pesan adat dan syair pemanna dalam bahasa Topoyo yang ditujukan kepada Tobaha serta seluruh masyarakat.

Bagian yang paling menarik dari ritual ini adalah atraksi para pelaku Pamose yang memperagakan ketangkasan dengan menebaskan parang ke bagian tubuh mereka sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X