Salah satu daya tarik utama Hutan Bambu Keputih adalah biaya kunjungannya yang sangat ramah di kantong. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.
Wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir yang berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000, tergantung jenis kendaraan yang digunakan.
Karena itu, tempat ini menjadi alternatif wisata murah meriah yang cocok untuk rekreasi keluarga.
Hutan Bambu Keputih buka setiap hari, mulai Senin hingga Minggu, pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari ketika udara masih segar dan jumlah pengunjung belum terlalu ramai.
Memasuki kawasan Hutan Bambu Keputih, pengunjung akan disambut deretan pohon bambu yang tumbuh tinggi menjulang dan tersusun rapi di sepanjang jalur pejalan kaki.
Pemandangan ini menghadirkan nuansa yang unik dan berbeda dari suasana kota pada umumnya.
Banyak wisatawan menyebut kawasan ini memiliki kemiripan layaknya Hutan Bambu Arashiyama di Jepang, meskipun dalam skala yang lebih sederhana.
Lorong-lorong bambu yang membentuk kanopi alami menciptakan suasana teduh dan menenangkan.
Saat angin berhembus, suara gemerisik daun bambu menambah kesan syahdu yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Tak heran jika lokasi ini menjadi salah satu spot fotografi favorit di Surabaya, bahkan sering dipilih sebagai lokasi pemotretan prewedding.
Hutan Bambu Keputih berdiri di atas lahan seluas sekitar 40 hektar yang terbagi menjadi tiga kawasan utama, yaitu Hutan Bambu, Taman Harmoni, dan Taman Ruang Publik.
Area yang luas ini memberikan ruang bagi pengunjung untuk melakukan berbagai aktivitas luar ruangan, mulai dari berjalan santai, berolahraga, piknik bersama keluarga, hingga sekadar menikmati suasana alam.
Rindangnya pepohonan bambu juga membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung, sehingga aktivitas di luar ruangan terasa lebih nyaman meskipun berada di tengah kota.