wisata

Kisah Candi Sambisari Sleman Terkubur Ratusan Tahun oleh Abu Vulkanik Merapi

Senin, 4 Mei 2026 | 10:23 WIB
Candi Sambisari (Suwatu)

Di luar pagar utama, terdapat teras luas yang dilengkapi tangga di keempat sisi, memudahkan akses ke area candi.

Bahkan, jejak pagar kedua juga ditemukan, meski hingga kini baru sebagian yang tampak, terutama di sisi timur kompleks.

Sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, Candi Sambisari memiliki ruang utama yang menyimpan lingga dan yoni—simbol kesuburan dan penciptaan dalam ajaran Hindu.

 Kehadiran kedua simbol ini menegaskan fungsi candi sebagai pusat spiritual yang tidak hanya berkaitan dengan pemujaan, tetapi juga dengan makna kehidupan dan keseimbangan alam semesta.

Dari Terkubur hingga Terangkat Kembali

Setelah penemuannya, pemerintah Indonesia melakukan proses ekskavasi besar-besaran antara tahun 1975 hingga 1977.

Tahapan ini meliputi penggalian, penyusunan ulang struktur, hingga konservasi untuk menjaga keaslian candi.

Berkat upaya tersebut, Candi Sambisari kini dapat dinikmati sebagai salah satu situs sejarah penting di Yogyakarta.

Baca Juga: Mengenal Candi Boyolangu di Tulungagung, Jejak Nenek Buyut Raja Besar Hayam Wuruk

Lokasinya yang relatif dekat dari pusat kota menjadikannya mudah diakses.

Namun, yang paling membekas bukan hanya kemudahan menuju lokasi, melainkan pengalaman berada di dalam kompleks candi yang posisinya lebih rendah dari permukaan tanah sekitar—memberi kesan seolah pengunjung sedang “turun” ke masa lalu.

Keunikan utama Candi Sambisari terletak pada kisahnya: sebuah bangunan suci yang terkubur selama ratusan tahun, lalu ditemukan kembali dalam kondisi yang masih menyimpan banyak keaslian.

Ditambah dengan tata ruang yang harmonis serta nilai sejarah yang kuat, candi ini menjadi daya tarik tersendiri—baik bagi wisatawan maupun peneliti.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Candi Sambisari adalah pengingat bahwa sejarah kadang tersembunyi di tempat yang tak terduga—menunggu waktu untuk kembali ditemukan.***

Halaman:

Tags

Terkini