Perpaduan warna-warna ini menjadikan kupiah meukeutop bukan sekadar aksesori, melainkan simbol identitas dan nilai kehidupan.
Masyarakat Aceh patut berbangga karena kupiah meukeutop telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2021 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Keberadaannya juga diabadikan dalam bentuk monumen, yaitu Tugu Kupiah Meukeutop.
Tugu ini terletak di kawasan Iskandar Muda, Kuta Padang, Meulaboh, dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting di Aceh.
Pembangunan tugu tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Teuku Umar, sosok pahlawan yang dikenal atas perjuangannya melawan penjajah demi kemerdekaan rakyat Aceh.
Kini, tugu tersebut menjadi ikon daerah yang ramai dikunjungi, terutama pada sore hari. Di sekelilingnya terdapat prasasti yang menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan Teuku Umar.
Baca Juga: Mengenal Seraung, Penutup Kepala Berhias Indah Khas Suku Dayak
Keunikan kupiah meukeutop bahkan menginspirasi arsitektur bangunan di Aceh. Salah satunya adalah Masjid Baitul Musyahadah, yang memiliki kubah menyerupai bentuk kupiah meukeutop.
Masjid ini terletak di Jalan Teuku Umar, Gampong Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, dan menjadi salah satu bukti bagaimana budaya lokal dapat diadaptasi ke dalam desain arsitektur modern.
Kupiah meukeutop bukan sekadar penutup kepala tradisional, melainkan simbol budaya yang sarat sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Aceh.
Keindahan bentuk dan maknanya menjadikan kupiah ini sebagai warisan yang patut dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.***