wisata

Mengenal Suku Himba Dan Herero di Namibia yang Berkulit Merah Menyala

Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:59 WIB
Suku Himba (Stanley Safaris)

KLIK SAJA - Suku Himba di Namibia tinggal di wilayah Kaokoveld bagian utara, sementara suku Herero mendiami daerah Okahandja di bagian tengah.

Perempuan dari kedua suku ini sangat dikagumi dan sering difoto karena kecantikan serta gaya mereka yang khas.

Meskipun memiliki perbedaan yang cukup mencolok, keduanya berbagi bahasa yang sama serta tradisi api suci.

Suku Himba dan Herero bermigrasi ke wilayah yang kini dikenal sebagai Namibia dan Botswana sebagai bagian dari pergerakan besar manusia di masa lalu.

Mereka merupakan penutur bahasa Bantu yang berasal dari Afrika Timur berabad-abad lalu.

Pada abad ke-19, kelompok ini mulai terpisah. Sebagian besar bergerak lebih jauh ke selatan dan kemudian dikenal sebagai suku Herero, sementara kelompok yang tetap tinggal menjadi nenek moyang suku Himba yang dikenal saat ini.

Perempuan dan anak-anak Himba mudah dikenali berkat warna kulit mereka yang merah mencolok serta gaya rambut yang rumit dan artistik.

Mereka menghiasi diri dengan perhiasan buatan tangan dan menghabiskan banyak waktu untuk merawat penampilan.

Dengan mengenakan kain sederhana dan rok mini dari kulit kambing, mereka melindungi tubuh dari cuaca sekaligus mempercantik diri menggunakan campuran khas yang disebut otjize.

Otjize adalah campuran lemak mentega dan tanah oker merah yang dipadukan dengan resin harum dari semak Omazumba.

Ramuan ini dioleskan ke seluruh tubuh, memberikan warna kemerahan yang dianggap sebagai standar kecantikan ideal bagi masyarakat Himba.

Rambut mereka ditata dalam bentuk gimbal atau kepangan yang rumit, serta dihiasi dengan perhiasan dari kerang, tembaga, dan anyaman.

Perempuan juga mengenakan cincin logam berat di pergelangan kaki, sementara yang telah menikah memakai penutup kepala kecil dari kulit lembut.

Masyarakat Himba dikenal ramah dan mampu bertahan dari berbagai tantangan, termasuk masa-masa sulit yang mendekati pemusnahan. Salah satu alasan keberlangsungan mereka adalah lokasi tempat tinggal yang terpencil dan keras.

Halaman:

Tags

Terkini