Mereka hidup sebagai penggembala, terutama sapi dan kambing, serta menjalani kehidupan semi-nomaden dengan berpindah dari satu sumber air ke sumber lainnya sesuai musim.
Dalam kepercayaan mereka, suku Himba menyembah Tuhan yang disebut Mukuru, serta menghormati leluhur.
Setiap keluarga memiliki api leluhur yang dijaga oleh seorang penjaga api. Melalui api tersebut, mereka berkomunikasi dengan Mukuru dan para leluhur.
Berbeda dengan Himba, perempuan Herero memiliki gaya berpakaian yang khas dan tertutup.
Busana perempuan yang telah menikah disebut oborokweya, dikenakan dengan beberapa lapisan pakaian dalam sehingga rok terlihat mengembang dan anggun saat berjalan.
Baca Juga: Mengenal Dalihan Na Tolu, Falsafah Suku Batak dalam Menjalani Kehidupan
Busana ini dilengkapi dengan penutup kepala khas yang disebut otjikaeva, serta selendang di bahu dan terkadang celemek. Menariknya, gaya berpakaian ini dipengaruhi oleh istri-istri misionaris Jerman pada masa lalu.
Meskipun terlihat tebal dan tertutup, perempuan Herero tetap mampu beraktivitas di tengah cuaca panas yang sering kali ekstrem.
Hari paling penting bagi suku Herero adalah Maherero Day, yang dirayakan setiap akhir pekan terakhir bulan Agustus di Okahandja, Namibia.
Festival ini menjadi ajang penuh warna di mana masyarakat Herero mengenakan pakaian tradisional terbaik mereka untuk menghormati leluhur.
Kepercayaan terhadap leluhur masih menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Setiap malam, keluarga berkumpul di sekitar api suci atau okuruo, yang tidak boleh padam. Kepala suku akan berkomunikasi dengan leluhur melalui api tersebut.
Berbeda dengan Himba yang masih nomaden, suku Herero telah menetap dan berkembang melalui peternakan sapi.
Namun, sejarah mereka tidak lepas dari konflik, baik dengan suku Nama maupun akibat penjajahan Jerman yang sempat menghancurkan banyak komunitas.
Meski demikian, suku Herero tetap bertahan. Hingga kini, sapi masih menjadi pusat kehidupan mereka dan simbol utama kekayaan.
Di setiap permukiman Herero terdapat kandang sapi (kraal) yang dikelilingi pagar kayu untuk melindungi ternak dari predator malam hari.