wisata

Menelusuri Lorong Waktu Tanah Pasundan di Musem Sri Baduga Bandung

Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:02 WIB
Museum Sri Baduga (tampak depan) (my eat dan travel)

Kedua, koleksi numismatika dan heraldika berupa mata uang kuno serta tanda jasa yang mencerminkan sistem ekonomi dan pemerintahan di berbagai periode.

Ketiga, koleksi biologika yang mencakup rangka manusia dan hewan, memberikan pemahaman tentang aspek biologis dan lingkungan hidup masa lalu.

Keempat, koleksi filologika berupa naskah-naskah kuno yang memuat catatan sejarah, sastra, hukum adat, hingga ajaran moral dan keagamaan.

Kelima, koleksi etnografika yang menampilkan hasil kebudayaan masyarakat, seperti alat rumah tangga, perlengkapan upacara adat, dan benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Koleksi ini memberi gambaran nyata mengenai pola hidup, nilai, dan tradisi masyarakat Sunda serta Nusantara.

Keenam, koleksi keramologika berupa keramik dan tembikar yang menunjukkan perkembangan teknologi dan seni kriya.

Ketujuh, koleksi arkeologika yang mencakup arca, prasasti, dan berbagai peninggalan dari masa kerajaan, sebagai bukti material peradaban masa lalu di Jawa Barat.

Selain itu, terdapat pula koleksi seni rupa yang menampilkan karya-karya bernilai estetika dan historis, koleksi historika yang berkaitan langsung dengan peristiwa-peristiwa penting, serta koleksi teknologika yang menunjukkan perkembangan alat dan teknologi dari masa ke masa.

Bagian dalam Museum Sri Baduga (museum.co.id)

Keseluruhan klasifikasi ini mencerminkan kekayaan aset Museum Sri Baduga.

Beragam benda bersejarah dapat ditemukan di museum ini, mulai dari batu granit, mata uang kuno, rangka hewan, naskah kuno, keramik, arca, pakaian adat, kereta kencana, hingga gramofon.

Dimana setiap benda menyimpan cerita dan makna yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada zamannya.

Dari segi bangunan, Museum Sri Baduga memiliki arsitektur khas berupa rumah panggung tradisional Jawa Barat.

Bentuk arsitektur ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menyesuaikan bangunan dengan kondisi alam.

Rumah panggung tersebut menjadi simbol identitas budaya yang memperkuat karakter museum sebagai ruang pelestarian budaya daerah.

Halaman:

Tags

Terkini