Untuk mengenang keduanya, dua patung sang putri ditempatkan di area taman.
Dua Area Utama Taman Balekambang
Secara keseluruhan, Taman Balekambang memiliki luas sekitar 9,8 hektare dan terletak di Jalan Ahmad Yani, Surakarta. Taman ini terbagi menjadi dua area utama:
Partini Tuin (Taman Air Partini)
Area ini berupa kolam air yang berfungsi sebagai penampungan air untuk membantu membersihkan kotoran kota. Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai area rekreasi, termasuk wahana bermain perahu.
Partinah Bosch (Hutan Partinah)
Area ini merupakan hutan kota yang ditanami berbagai tumbuhan langka, seperti kenari, beringin putih, beringin sungsang, dan apel cokelat. Fungsinya sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota menjadikan kawasan ini sangat penting bagi keseimbangan lingkungan Kota Solo.
Dari Taman Keraton hingga Ruang Publik
Pada awalnya, Taman Balekambang tidak dibuka untuk umum pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII.
Baru pada era KGPAA Mangkunegara VIII, taman ini mulai dibuka untuk masyarakat.
Sejak saat itu, berbagai pertunjukan seni rakyat rutin digelar, salah satunya ketoprak lesung, yaitu pertunjukan ketoprak yang diiringi alunan musik tradisional dari lesung.
Baca Juga: Jelajah Pantai Kayu Arum di Gunungkidul, Destinasi Wisata Yogya yang Tawarkan Ketenangan Tepi Laut
Setelah revitalisasi besar pada tahun 2008 dan 2024, Taman Balekambang kini bertransformasi menjadi taman seni dan budaya, taman botani, taman edukasi, sekaligus taman rekreasi.
Perpaduan konsep arsitektur Eropa dan Jawa semakin memperkuat identitasnya sebagai ruang publik yang unik dan berkarakter.
Dengan suasana yang asri, nilai sejarah yang kuat, serta ragam hiburan menarik, Taman Balekambang menjadi salah satu spot terbaik untuk merayakan Tahun Baru Masehi 2025 di Kota Solo.
Tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati pergantian tahun dengan nuansa budaya, seni, dan keindahan alam dalam satu lokasi.***