wisata

Mengenal Rumah Lanting, Hunian Mengapung di Tepi Sungai Khas Suku Banjar

Minggu, 21 September 2025 | 20:10 WIB
Keberadaan Rumah Lanting di Sungai Barito (Homerie)

KLIK SAJA - Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai karena kondisi geografisnya yang dipenuhi aliran sungai besar maupun kecil.

Kehidupan masyarakatnya pun lekat dengan sungai Barito, termasuk dalam hal hunian.

Banyak rumah warga berdiri di tepi sungai dengan tiang-tiang kayu, bahkan ada pula rumah yang mengapung di atas air, yang dikenal dengan sebutan rumah lanting.

Rumah lanting merupakan rumah tradisional khas Banjar yang dibangun di atas sungai menggunakan pondasi apung dari susunan batang kayu besar.

Atap rumah ini pada awalnya terbuat dari daun rumbia kering atau hatap, namun kini banyak yang telah diganti dengan atap seng.

Dindingnya biasanya terbuat dari kayu yang disusun rapi menyerupai anyaman. Agar tidak hanyut terbawa arus, setiap sisi rumah diikat dengan tali ke tiang pancang di tepi sungai.

Dengan ukuran rata-rata sekitar 5 x 3 meter, rumah lanting berfungsi layaknya rumah biasa, meski ukurannya lebih kecil dibanding rumah di daratan.

Kayu ulin kerap menjadi bahan utama karena ketahanannya, namun karena keterbatasan, masyarakat juga menggunakan jenis kayu lain yang lebih ringan, serta bambu.

Salah satu yang menjadi ciri khas rumah lanting adalah sensasi bergoyang ketika perahu atau kapal melintas, namun rumah ini tetap aman meski banjir karena sifatnya yang mengapung.

Baca Juga: Mirip Pacu Jalur, Ada Pacu Kolek di Kepulauan Riau, Tradisi Balap Perahu di Lautan

Keberadaan rumah lanting lahir dari kenyataan bahwa hampir seluruh aktivitas masyarakat Banjar sangat bergantung pada sungai.

Mulai dari mandi, memasak, mencuci, hingga berinteraksi sosial, semua dilakukan di sekitar sungai. Sungai juga menjadi sumber mata pencaharian, terutama bagi nelayan dan petani.

Tak jarang, rumah lanting digunakan sebagai tempat usaha, sehingga transaksi jual beli pun banyak terjadi di atas air.

Pedagang biasanya menggunakan jukung (perahu kecil) untuk menjajakan kebutuhan pokok.

Halaman:

Tags

Terkini