Dentuman itu juga menandai dimulainya tarian adat, sebagai ungkapan syukur dan harapan atas musim tanam yang baru.
Dentuman meriam Rantako bukan sekadar bunyi, tapi gema harapan, doa, dan keyakinan yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur suku Dayak.
Dengan meriam kecil itu, masyarakat Dayak Salako bukan hanya menjaga tradisi, tapi juga menjaga harmoni dengan alam dan spiritualitas nenek moyang.
Sebuah dentuman kecil yang menggema hingga ke lubuk jiwa.***