wisata

Mengenal Navruz, Perayaan Tahun Baru-nya Orang Uzbekistan dan Asia Tengah yang Penuh Keceriaan di Musim Semi

Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:52 WIB
Perayaan festival Navruz di Uzbekistan (Eurasia Travel)

Sementara sumalak adalah hidangan ritual dari biji gandum yang telah berkecambah.

Proses memasak kedua hidangan ini dimulai sehari sebelum hari raya, dilakukan oleh para perempuan dari keluarga besar atau komunitas yang berkumpul mengaduk adonan semalaman secara bergantian agar tidak gosong di atas api kayu.

Salah satu ritual tradisional Navruz adalah menyusun haft sina—tujuh jenis makanan yang namanya diawali dengan huruf Persia "sin", yaitu: biji rue (siland), apel (seb), jintan hitam (siahdane), zaitun liar (sanjid), cuka (sirke), bawang putih (sir), dan kecambah hijau (sabzi).

Semakin beragam makanan di meja perayaan, dipercaya akan semakin melimpah hasil panen di tahun mendatang.

Hidangan khas lainnya yang selalu hadir adalah pilaf (plov), shurpa, daging domba rebus, dan kok-samsa (pastri berisi sayuran hijau muda), serta makanan simbolik seperti biji gandum kecambah dan telur rebus yang melambangkan kehidupan baru.

Selama 13 hari setelah 21 Maret, masyarakat saling mengunjungi kerabat, tetangga, dan sahabat; mengadakan festival rakyat, bazar meriah, dan lomba olahraga, menanam pohon muda, serta mulai kembali bekerja di ladang.

Ada keyakinan bahwa malaikat turun ke bumi saat hari-hari Navruz untuk membawa rezeki dan kebahagiaan bagi manusia.

Layaknya tradisi lebaran, pada momentum Navruz mereka berusaha menghapus permusuhan, melupakan dendam, dan saling memaafkan.

Entah karena Navruz atau karena hangatnya sinar matahari musim semi, orang-orang menjadi lebih cerah, ramah, dan lembut.

Mereka merasakan kerinduan untuk kembali ke akar kehidupan mereka, bahagia melihat rerumputan yang mulai tumbuh dan serangga kecil yang mulai terbangun.

Singkatnya, mereka mencintai hidup sepenuh hati—baik yang lama maupun yang baru yang baru saja dimulai di sekitar mereka.***

Halaman:

Tags

Terkini