wisata

Menelisik Sejarah Masjid Bungkuk, Tertua di Malang

Minggu, 9 Maret 2025 | 23:28 WIB
Masjid Bungkuk tampak depan (Republika)

Mereka merasa menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari ajaran agama yang sebelumnya mereka anut.

Disamping itu, Islam juga mudah diterima karena tidak mengenal sistem kasta seperti dalam agama Hindu.

Hal ini tentunya membuat masyarakat dari golongan sudra (kasta rendah) tertarik untuk memeluk agama Islam.

Seiring berjalannya waktu, jumlah masyarakat yang datang untuk belajar dan beribadah semakin bertambah.

Gubuk bambu yang kecil pun tidak lagi mampu menampung jamaah.

Lambat laun, gubuk tersebut direnovasi menjadi bangunan semipermanen dengan empat pilar kayu sebagai penyangga atap masjid.

Masjid At-Thohiriyah tercatat telah mengalami pemugaran sebanyak tiga kali.

Namun, untuk menjaga nilai sejarahnya, empat pilar kayu penyangga atap masjid tetap dipertahankan hingga saat ini.

Salah satu pilar tersebut bahkan berada dalam kondisi sedikit miring, tetapi tetap dipertahankan sebagai bagian dari sejarah masjid.

Keempat pilar tersebut kini dipercantik dengan ukiran kayu yang menambah kesan estetis pada bangunan masjid.

KH Hamimmuddin atau Mbah Bungkuk wafat pada tahun 1850.

Beliau dimakamkan tepat di belakang Masjid Bungkuk.

Selain makam KH Hamimmuddin, terdapat pula belasan makam lainnya yang merupakan tempat persemayaman kerabat terdekat sang pendiri, termasuk istri, anak-anak, menantu, dan cucunya.

Lokasi dan Akses Menuju Masjid Bungkuk

Masjid At-Thohiriyah terletak di Jl. Bungkuk, Kecamatan Singosari, Malang.

Halaman:

Tags

Terkini