wisata

Menyibak Kebudayaan Megalitikum Desa Adat Bena Flores

Minggu, 22 Desember 2024 | 11:53 WIB
Desa Bena dilihat dari atas, kampung megalitikum di atas awan (timesmedia)

Nga'du dan bhaga ditempatkan saling berhadapan pada kisanatapat atau halaman tengah kampung.

Keduanya merupakan simbol leluhur kampung. Nga'du berarti simbol nenek moyang laki-laki dan bentuknya menyerupai batu runcing yang menjulang dengan tiang kayu beratap ijuk hingga membentuk mirip pondok peneduh.

Sedangkan bhaga adalah simbol nenek moyang perempuan yang bentuknya menyerupai miniatur rumah penduduk.

Baca Juga: Mengintip Keindahan Ranu Darungan di Gunung Semeru

Pada bagian depan rumah penduduk Bena tampak hiasan tanduk dan rahang kerbau serta taring babi dipajang menggantung sebagai simbol status sosial orang Bena.

 Hiasan itu didapat dari hewan-hewan yang dikorbankan setiap suku ketika upacara adat dilaksanakan.

 Kampung Bena merupakan salah satu destinasi utama di Kabupaten Ngada dan seringkali dikunjungi wisatawan mancanegara terutama dari Eropa.

Kampung ini akan membuka diri untuk dikunjungi sejak pukul 8.00 Wita hingga 17.00 Wita.

Tokoh adat akan menyambut setiap wisatawan yang berkunjung dengan mengalungkan selendang serta keramahan kearifan lokal.***

Halaman:

Tags

Terkini