Yuk Eksplor Trekking Air Terjun Curug Jenggala Baturaden, Tak Jauh Dari Kota Purwokerto

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 23 Maret 2026 | 09:54 WIB
Suasana sejuk asri Curug Jenggala (Mongabay)
Suasana sejuk asri Curug Jenggala (Mongabay)

KLIK SAJA - Berlokasi tak jauh dari pusat Purwokerto, tersembunyi sebuah destinasi alam yang memikat hati: Curug Jenggala.

Berlokasi di Kabupaten Banyumas, air terjun ini menjadi pilihan sempurna bagi pencinta alam yang ingin menikmati suasana sejuk, asri, sekaligus penuh cerita.

Mulai dari sejarahnya yang unik, keindahan alam yang memanjakan mata, hingga mitos yang masih dipercaya warga, Curug Jenggala menawarkan pengalaman wisata yang lebih dari sekadar berkunjung.

Sebelum dikenal seperti sekarang, Curug Jenggala memiliki nama lama: Curug Tempuhan. Nama tersebut digunakan untuk menggambarkan pertemuan beberapa aliran sungai di lokasi ini.

Pada tahun 2016, nama ini resmi diubah menjadi Curug Jenggala berdasarkan masukan para tetua desa.

Nama “Jenggala” sendiri memiliki makna ksatria utama, sekaligus merujuk pada sosok juru kunci yang dihormati masyarakat setempat.

Tak hanya itu, kawasan ini juga dipercaya sebagai tempat pertapaan sejak zaman dahulu.

Salah satu peninggalannya adalah batu bersusun yang dikenal sebagai Sendang Candrakirana, yang konon telah ada sejak tahun 1030 M—jauh sebelum era Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Serunya Jelajah Hiking Air Terjun Tretes Jombang, Diklaim Tertinggi di Jawa Timur

Jejak sejarah lainnya terlihat dari pipa-pipa tua yang masih membentang di sekitar air terjun.

Pipa ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda, yang dulunya digunakan sebagai saluran irigasi untuk pertanian di kawasan Baturaden.

Curug Jenggala memiliki karakter yang berbeda dari kebanyakan air terjun. Dengan ketinggian sekitar 25 meter, airnya mengalir dari tiga sumber utama yang berjajar, menciptakan panorama yang unik dan memukau.

Aliran air ini berasal dari pertemuan Sungai Banjaran dan Sungai Mertelu, menghasilkan debit yang cukup deras dengan suara gemuruh yang menenangkan—seolah orkestra alami dari pegunungan.

Lingkungan di sekitarnya masih sangat alami, dipenuhi vegetasi hutan hujan tropis yang rimbun. Bebatuan alami di bawah air terjun semakin memperkuat kesan liar dan eksotis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X