Masjid Agung Dharmasraya di Sumatera Barat, Berarsitektur Unik dan Berfilosofis Adat Minangkabau

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 19 Januari 2026 | 21:53 WIB
Masjid Agung Dharmasraya (Pemkab Dharmasraya)
Masjid Agung Dharmasraya (Pemkab Dharmasraya)

KLIK SAJA - Di jantung Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, sebuah mahakarya arsitektur sekaligus pusat spiritual tegak dengan penuh makna.

Masjid Agung Dharmasraya bukan sekadar rumah ibadah, melainkan perwujudan nyata dari kebanggaan, kearifan lokal, dan semangat masyarakatnya.

Arsitektur  sangat unik dan berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya.

Berdiri megah di pinggir Jalan Lintas Sumatera di Nagari Gunung, masjid ini berfungsi sebagai mercusuar syiar Islam sekaligus pusat pendidikan dan peradaban yang menghidupkan nilai-nilai keislaman.

Kemegahan masjid ini langsung terpancar dari filosofi yang dirajut dalam setiap bentuknya. Empat kubahnya yang bertingkat, menyerupai sosok yang sedang bersujud, menjadi simbol visual yang kuat akan ketakwaan dan kerendahan hati umat.

Sementara itu, empat menara yang menjulang tinggi bukan sekadar ornamen, melainkan penanda dari prinsip hidup masyarakat Dharmasraya: “Tau Jo Nan Ampek” atau memahami yang empat.

Prinsip ini mencerminkan keseimbangan pengetahuan antara adat, agama, ilmu, dan teknologi, yang selaras dengan falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

Makna dari “Tau Jo Nan Ampek” sendiri sangat dalam dan berlapis, menyatukan dimensi spiritual, sejarah, dan intelektual.

Filosofi ini merujuk pada fondasi keimanan melalui empat kitab suci dan empat sahabat Nabi, pada tradisi keilmuan Islam melalui empat imam mazhab, serta pada akar sejarah lokal melalui empat kerajaan besar yang pernah jaya di wilayah ini, yaitu Siguntur, Pulaupunjung, Padanglaweh, dan Kotobesar.

Baca Juga: Mengupas Sejarah Masjid Asal Penampaan di Gayo Lues, Dibangun Sejaman Majapahit

Dengan demikian, arsitektur masjid ini menjadi kanvas yang bercerita tentang identitas kolektif masyarakatnya.

Namun, keunikan Masjid Agung Dharmasraya tidak berhenti pada makna simbolisnya.

Bangunan masjid ini juga mengusung komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Dirancang sebagai green building, masjid ini sama sekali tidak bergantung pada pendingin ruangan. Kenyamanan suhu di dalamnya dijamin oleh sistem sirkulasi udara alami yang cerdas, sebuah pilihan arsitektur yang selaras dengan semangat hemat energi dan penghormatan terhadap alam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X