Mengupas Sejarah Masjid Asal Penampaan di Gayo Lues, Dibangun Sejaman Majapahit

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 16 Januari 2026 | 17:12 WIB
Masjid Asal Penampaan (Lintas Gayo)
Masjid Asal Penampaan (Lintas Gayo)

 

KLIK SAJA – Masjid berumur tua kerapkali dikaitkan sebagai asal muasal dakwah agama Islam di suatu wilayah.

Tak terkecuali keberadaan Masjid Asal Penampaan yang merupakan cikal bakal dakwah Islam di tanah Gayo Lues, Aceh.

Masjid Asal Penampaan terletak di Desa Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Nama “Asal” diyakini bukan sekadar penamaan, melainkan mencerminkan peran penting masjid ini sebagai masjid pertama di wilayah Gayo Lues.

Dari masjid inilah, menurut cerita yang berkembang di masyarakat, berdirinya masjid-masjid lain di kawasan Gayo dan Tanah Alas bermula.

Sementara nama Desa Penampaan sendiri berasal dari kata penampakan, yang berarti “nampak” atau “terlihat”.

Baca Juga: Kisah Masjid Taqwa Guo yang Tetap Kokoh Walau Diterjang Banjir Bandang di Padang

Dahulu, kawasan sekitar masjid masih berupa tanah lapang tanpa banyak pepohonan atau bangunan.

Karena itu, Masjid Asal dapat terlihat jelas dari berbagai arah, menjadikannya penanda penting bagi masyarakat sekitar.

Jika dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Samudera Pasai yang berdiri sejak tahun 1282 M, Masjid Asal diyakini memiliki hubungan erat dengan perkembangan Islam pada masa tersebut.

Artinya Masjid bisa dikatakan dibangun sejaman dengan era Majapahit di Nusantara.

Beberapa tokoh agama ternama di Gayo Lues, seperti Datok Masjid, Syekh Siti Mulia, dan Syekh Said Ibrahim, disebut sebagai tokoh yang memprakarsai pembangunan masjid ini secara bersama-sama.

Memasuki era modern, tepatnya pada tahun 2008, dilakukan pembangunan masjid baru yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat.

Meski demikian, bangunan asli Masjid Asal tetap dipertahankan. Kini, kedua masjid berdiri berdampingan, menciptakan harmoni antara nilai sejarah dan fungsi ibadah masa kini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X