KLIK SAJA - Udeng Pacul Gowang, atau yang dikenal juga sebagai Udeng Sidoarjo, kini telah menjadi salah satu ikon budaya yang membanggakan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Penutup kepala khas ini tidak sekadar pelengkap busana tradisional, tetapi juga menyimpan makna dan filosofi yang mendalam, mencerminkan kekayaan budaya serta karakter masyarakat Sidoarjo.
Udeng adalah penutup kepala yang lazim digunakan oleh pria suku Jawa dan Bali.
Dalam tradisi Jawa, udeng biasanya dikenakan oleh laki-laki yang telah beranjak dewasa atau memasuki usia akil baligh.
Namun, daerah Sidoarjo memiliki keunikan tersendiri melalui Udeng Pacul Gowang, yang tampil dengan ciri khas berbeda dari udeng daerah lain.
Menariknya, Setiap bagian dari Udeng Pacul Gowang memiliki filosofi yang sarat makna, mencerminkan nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Sidoarjo.
Filosofi dan Makna di Balik Setiap Bagian Udeng
Lubang di bagian atas (Gowang)
Berbeda dari udeng pada umumnya, Udeng Pacul Gowang memiliki lubang kecil di bagian atas yang membuatnya tidak sepenuhnya menutupi kepala.
Lubang ini disebut gowang, dan para seniman Sidoarjo menafsirkannya sebagai simbol keseimbangan antara menjaga rahasia diri dan keterbukaan terhadap pandangan orang lain.
Baca Juga: Mengenal 4 Penutup Kepala Populer di Asia Tenggara: Bermakna Simbolis Komunitas Austronesia
Makna ini menggambarkan kebijaksanaan dalam menyikapi kehidupan: kapan harus menyimpan sesuatu untuk diri sendiri, dan kapan harus membuka pikiran terhadap ide baru.
Sisi runcing (buncen runcing)
Pada bagian depan udeng terdapat dua lipatan kecil yang berdiri tegak menyerupai gagang cangkul (pacul).