Menguak Sejarah Kerak Telor, Kudapan Lezat Khas Betawi

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 10 September 2025 | 09:58 WIB
Kerak Telor Khas Betawi (astronauts)
Kerak Telor Khas Betawi (astronauts)

Awalnya, makanan ini hanya disajikan untuk kalangan atas, namun seiring waktu berubah menjadi kuliner rakyat.

Memasuki tahun 1970-an, kerak telor mulai dijajakan di pinggir jalanan Jakarta, termasuk di sekitar Monas dan Kemayoran.

Dari situlah, makanan ini semakin populer hingga kini menjadi salah satu kuliner khas Betawi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Bahkan, kerak telor kini juga menjadi daya tarik wisata kuliner yang diburu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Banyak influencer luar negeri yang mempopulerkan kerak telor Ketika mereka berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta.

Keunikan kerak telor tak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada cara memasaknya.

Para penjual biasanya menggunakan tungku tradisional bernama anglo, yang terbuat dari tanah liat, dengan bahan bakar arang.

Api arang inilah yang memberikan aroma khas dan rasa autentik pada kerak telor.

Proses memasaknya pun unik, karena sang penjual kerap membolak-balikkan wajan untuk memastikan adonan matang merata.

Aksi ini menjadi atraksi tersendiri bagi para pembeli yang penasaran ingin menyaksikan langsung keahlian para penjual kerak telor.

Kini, kerak telor tak hanya sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya kuliner Betawi yang terus dijaga keberadaannya.

Rasanya yang gurih dan aromanya yang khas menjadikan siapa pun yang mencicipinya ingin kembali menikmatinya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X