Menariknya, pedagang kuda di Pasar Tolo tidak hanya orang dewasa, tetapi juga remaja bahkan anak-anak, yang dengan lincah menawarkan kuda dagangannya kepada calon pembeli.
Kemeriahan Pasar Hewan Tolo tidak hanya terjadi di dalam area pasar. Di luar pasar, belasan mobil bak terbuka ikut meramaikan suasana dengan menjajakan berbagai barang dagangan.
Banyak di antaranya menawarkan produk vitamin dan suplemen untuk ternak kuda.
Kuda yang dijual di Pasar Tolo umumnya dikelompokkan berdasarkan tujuan pemeliharaan.
Ada kuda yang diternakkan untuk menghasilkan keturunan, ada pula yang dipersiapkan khusus sebagai kuda pacuan dengan daya tahan dan kecepatan tinggi, serta sebagian lainnya dijual untuk kebutuhan konsumsi, terutama diolah menjadi masakan berkuah khas daerah.
Daging kuda dipercaya memiliki kadar protein yang hampir setara dengan daging Sapi.
Pasar Hewan Tolo bukan sekadar tempat jual-beli kuda, melainkan juga ruang interaksi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Kehadirannya memperkuat identitas Sulawesi Selatan sebagai pusat peternakan kuda di Indonesia, sekaligus menyumbang perputaran ekonomi miliaran rupiah setiap tahunnya.***