Setiap kali pacuan kuda digelar, tanpa perlu promosi ataupun komando, masyarakat dari berbagai penjuru Tanoh Gayo — bahkan para perantau — akan berbondong-bondong memadati Takengon.
Pesta rakyat ini biasanya berlangsung selama sepekan penuh, menjadikannya momen persatuan dan kebahagiaan bersama.
Saat ini pacuan kuda tradisional Gayo digelar di lintasan resmi yang dibangun di Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.
Namun, esensi dari pacuan kuda ini tidak semata untuk mengejar prestasi olahraga. Lebih dari itu, pacuan kuda adalah wadah hiburan, ajang silaturahmi, sekaligus cerminan identitas budaya masyarakat Gayo.
Bagi masyarakat Tanoh Gayo, pacuan kuda tradisional adalah pesta rakyat sesungguhnya — tradisi yang mengakar, menyatukan, sekaligus menjadi simbol kegembiraan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi.***