Mengenal Hammam di Maroko, Tradisi Mandi Air Hangat Penuh Keakraban

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:44 WIB
Tradisi pemandian Hammam di Maroko (oddviser)
Tradisi pemandian Hammam di Maroko (oddviser)

KLIK SAJA - Hammam hampir selalu masuk dalam daftar wajib saat liburan budaya di Maroko.

Melewatkan kunjungan ke hammam di negeri ini bisa disamakan dengan melewatkan onsen saat ke Jepang, atau sauna di Finlandia.

Selain menyenangkan dan menenangkan, hammam juga sarat nilai historis dan budaya.

Hammam, yang di banyak belahan dunia dikenal sebagai Pemandian Turki, berasal dari masa awal Kekaisaran Islam.

Tradisi mandi dan mencuci tubuh sebelum salat menjadi dasar praktik ini, menjadikannya bagian penting dari budaya Islam.

Ruangan dengan suhu hangat merata menjadi ciri khas utama hammam.

Bahkan para pemuka agama pada masa itu mendorong kebiasaan berbagi kehangatan hammam karena dianggap bermanfaat untuk kesehatan dan kesuburan.

Model hammam sendiri banyak terinspirasi dari pemandian Romawi Kuno yang pernah berjaya di wilayah selatan Mediterania, termasuk Maroko.

Hammam tradisional biasanya terdiri dari tiga ruangan utama: ruang panas, ruang hangat, dan ruang dingin, sering kali dihiasi marmer serta mosaik yang memukau.

Di Maroko, hammam juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial. Orang jarang datang sendirian; waktu dihabiskan untuk bersantai, berbicara dengan teman atau keluarga.

Kunjungan selama dua hingga tiga jam merupakan hal yang wajar. Ruangan biasanya dipisahkan antara pria dan wanita—dengan wanita memakai fasilitas di siang hari, dan pria di malam hari.

Fakta menarik lainnya, banyak hammam berdampingan dengan toko roti. Secara tradisional, kedua bangunan ini berbagi sumber panas dari tungku yang sama—efisiensi khas budaya lokal.

Meski kini banyak bermunculan versi modern bergaya spa, hammam tradisional masih bisa ditemukan.

 Anda akan dibimbing oleh staf saat tiba, meskipun penduduk lokal biasanya sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri—termasuk menyabuni dan menggosok tubuh menggunakan sabun hitam (savon noir) dan sarung tangan eksfoliasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X