Mengenal Situ Patengan di Gunung Patuha , Wisata Air Sarat Kisah Legenda Penuh Makna

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 16 Juni 2025 | 22:52 WIB
Pemandangan situ Patengan (my bandung)
Pemandangan situ Patengan (my bandung)

KLIK SAJA - Terletak di kaki Gunung Patuha, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Situ Patengan atau yang juga dikenal sebagai Situ Patenggang, adalah destinasi wisata alam yang memikat hati dengan keindahan dan kisah legendaris yang mengiringinya.

Berada pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, danau seluas 63 hektar ini menawarkan udara sejuk, pemandangan eksotik, serta suasana tenang yang menyegarkan jiwa.

Namun, bukan hanya alamnya yang memesona. Situ Patengan juga menyimpan cerita cinta legendaris dari tanah Parahyangan.

Konon, danau ini terbentuk dari kisah asmara Ki Santang dan Dewi Rengganis, dua sejoli yang saling mencinta namun terpisah oleh waktu dan takdir.

Setelah sekian lama berpisah, keduanya saling mencari (pateang-teangan, dalam bahasa Sunda) hingga akhirnya bertemu kembali di sebuah batu yang kini disebut Batu Cinta.

Di sanalah mereka memadu kasih, dan atas permintaan Dewi Rengganis, Ki Santang menciptakan sebuah danau lengkap dengan perahu untuk mereka berdua—yang dipercaya menjelma menjadi Pulau Asmara berbentuk hati di tengah danau.

Legenda ini menjadikan Situ Patengan sebagai tempat yang penuh makna bagi para pencari cinta.

Tak heran maka tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit untuk pasangan muda, bahkan kerap dipilih sebagai lokasi bulan madu.

Konon, pasangan yang mengunjungi Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara akan mendapatkan cinta yang abadi seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Dikelilingi hamparan kebun teh yang hijau dan rapi, serta ditemani udara segar khas pegunungan, Situ Patengan juga sangat cocok untuk wisata keluarga.

Pengunjung bisa menikmati berkeliling danau dengan perahu tradisional atau bersepeda air, sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Jangan lupa untuk menawar harga sewa sebelum menyewa perahu agar lebih hemat.

Bahkan kini dilengkapi bangunan replika kapal besar di pinggir danau, yang didalamnya terdapat rumah makan dan tempat bersantai.

Sepanjang jalan menuju lokasi, pengunjung juga akan disuguhi deretan kebun stroberi yang bisa menjadi aktivitas tambahan menarik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X