Ruang dalam masjid tidak lagi memadai untuk menampung seluruh jemaah, sehingga salat sering kali dilaksanakan di jalan-jalan sekitar masjid.
Oleh karena itu, proyek perluasan pun dimulai, yang pada akhirnya menjadikan Masjid Makki sebagai masjid Sunni terbesar di Iran setelah rampung.
Pada tahun 2010, bangunan lama masjid beserta dua menaranya dibongkar untuk memberi ruang bagi pembangunan masjid baru seluas 50.000 meter persegi dengan empat menara.
Setiap tahunnya, masjid ini menjadi tuan rumah bagi berbagai pertemuan dan konferensi besar yang dihadiri oleh banyak ulama Deobandi dan ulama Sunni lainnya dari Iran serta negara-negara tetangga seperti Afghanistan dan Pakistan.
Acara ini sering kali menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka, seperti presiden Darul Uloom Karachi dan pembicara yang berafiliasi dengan Jamaah Tabligh.
Pendiri Masjid Makki, Maulana Abd-al-Aziz Mullahzada (1916–1987), merupakan seorang ulama Deobandi yang sangat dihormati.
Ia dikenal sebagai tokoh utama dalam penyebaran pemikiran Deobandi di wilayah Sistan-Baluchestan.
Pengaruhnya terus berkembang hingga akhirnya diakui sebagai otoritas keagamaan utama bagi masyarakat Baloch, dan kewenangan agamanya pun menyebar ke seluruh komunitas Sunni di Iran.***