Mengenal Pali-Pali, Ketupatnya Orang Ternate Kesukaan Para Sultan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 12 Mei 2025 | 15:12 WIB
sajian Pali-Pali (Indonesia Kaya)
sajian Pali-Pali (Indonesia Kaya)

KLIK SAJA - Di balik kekayaan budaya Kepulauan Maluku Utara, tersembunyi sepotong warisan kuliner yang tak banyak dikenal oleh publik luas: Pali-pali.

Makanan khas Ternate ini bukan sekadar pengganti nasi, melainkan simbol budaya yang erat kaitannya dengan tradisi Kesultanan Ternate.

Pali-pali adalah sejenis lontong berbentuk bulat lonjong yang dibungkus dengan anyaman daun lontar, menjadikannya tampak seperti ketupat namun dengan karakteristik dan cita rasa yang unik.

Pali-pali dibuat dari beras tanpa tambahan santan. Beras tersebut dimasukkan ke dalam anyaman daun lontar berbentuk lonjong, lalu dikukus selama kurang lebih satu setengah jam.

Saat matang, teksturnya padat namun lembut, menyerupai ketupat namun dengan aroma yang berbeda.

Keistimewaan aromatik ini berasal dari daun lontar yang digunakan sebagai pembungkusnya—menciptakan cita rasa yang khas dan membedakannya dari lontong berbungkus daun pisang.

Daun lontar memiliki sifat antioksidan yang sangat baik dan memiliki harum semerbak khas saat matang.

Konon, diriwayatkan pali-pali merupakan hidangan favorit para Sultan Ternate di masa lalu.

Hidangan ini biasa kerap hadir dalam perjamuan penting dan upacara adat di lingkungan Kesultanan.

Karena statusnya yang sakral, tidak sembarang orang bisa membuat pali-pali. Proses pembuatannya hanya boleh dilakukan oleh individu atau keluarga tertentu yang telah mendapatkan restu dari lingkungan Kesultanan.

Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun, memperlihatkan betapa pentingnya nilai historis dan kultural dalam sebutir pali-pali.

Meski bisa disantap langsung dan tetap lezat, pali-pali akan semakin nikmat bila disandingkan dengan makanan khas Ternate lainnya seperti gohu ikan—hidangan mirip sashimi yang kaya rempah.

Kombinasi ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyatukan dua kekayaan rasa dari lautan dan daratan Maluku Utara.

Pali-pali lebih dari sekadar makanan—ia adalah identitas, sejarah, dan kehormatan. Sayangnya, di tengah gelombang globalisasi dan serbuan makanan cepat saji, hidangan bernilai ini mulai terpinggirkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X