Nikmatnya Sate Buntel Khas Solo, Kebabnya Wong Jowo

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 19 April 2025 | 21:10 WIB
ilustrasi proses membakar Sate Buntel (Promedia)
ilustrasi proses membakar Sate Buntel (Promedia)

KLIK SAJA - Jika Anda pernah menjelajahi jalan-jalan di Turki atau Timur Tengah, Anda pasti tidak asing dengan kios kebab yang menampilkan potongan daging kambing cincang, digulung rapi, lalu dipanggang di atas api hingga mengeluarkan aroma yang menggoda.

Di Indonesia, khususnya di Kota Solo, ada versi lokal yang sebelas dua belas mirip dengan sajian kebab tersebut, namanya sate buntel.

Kuliner khas Jawa ini bisa dibilang sebagai kebabnya wong Jowo, karena mengadopsi konsep daging cincang berbumbu yang dibungkus dan dibakar, namun dengan sentuhan khas nusantara.

Sate buntel merupakan olahan unik dari daging kambing. Dagingnya terlebih dahulu dicincang halus, kemudian dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, lada, dan rempah-rempah pilihan lainnya.

Keunikan sate ini terletak pada teknik membungkus (mbuntel) daging menggunakan lapisan tipis dari lemak kambing, khususnya bagian kaki, sebelum kemudian ditusuk seperti sate biasa dan dibakar di atas bara api.

Inilah yang membuat namanya menjadi sate buntel—artinya sate yang dibungkus.

Saat proses pembakaran, daging dilumuri dengan kecap manis berulang kali.

 Agar bumbu meresap sempurna, daging digores dengan irisan kecil.

Proses ini menciptakan cita rasa khas: daging yang kenyal namun juicy, berpadu rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang menggoda.

Tidak seperti sate kambing biasa yang disajikan dalam potongan kecil, sate buntel hadir dalam bentuk yang lebih besar dan padat.

Satu porsi umumnya berisi dua hingga tiga tusuk sate yang disajikan bersama sambal kecap, irisan bawang merah mentah, tomat, dan sayur kol sebagai pelengkap.

Sepiring nasi hangat tentu menjadi pasangan sempurna untuk menuntaskan kelezatannya.

Dibanderol dengan harga antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per porsi, sate buntel menjadi pilihan kuliner yang ramah kantong namun kaya rasa.

Tak heran, makanan ini menjadi salah satu favorit mantan Presiden Joko Widodo yang dikenal sebagai penggemar kuliner tradisional Solo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X