Gua Maria juga rutin menggelar perhelatan keagamaan seperti Bulan Maria di bulan Mei, Bulan Rosario di bulan Oktober, serta perayaan Pentakosta.
Kegiatan-kegiatan ini memperkuat tali iman sekaligus mempererat kebersamaan antarumat.
Menariknya lagi, situs rohani ini juga menjadi simbol toleransi. Umat Muslim di sekitar lokasi bahkan turut membantu dalam pembangunan Gua Maria.
Sebuah bukti bahwa keberagaman di Pulau Bangka sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Jadi, kalau kamu umat Katolik di Babel atau sedang berkunjung ke Pulau Bangka, jangan lewatkan pengalaman rohani yang menyentuh hati di Gua Maria Belinyu.
Selain memperdalam iman, kamu juga akan disuguhkan keindahan alam yang menentramkan jiwa.***