Mengenal Ramazan Bayramı, Perayaan Idul Fitri ala Turki yang Dipenuhi Manisan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 31 Maret 2025 | 18:31 WIB
ilustrasi manisan ala Turki (Istanbul Insider)
ilustrasi manisan ala Turki (Istanbul Insider)

KLIK SAJA- Ramazan Bayramı, atau yang dikenal sebagai Idul Fitri di Indonesia, adalah salah satu hari raya terpenting bagi umat Islam di Turki.

Perayaan ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan dirayakan dengan penuh sukacita, kebersamaan, serta tradisi unik yang kaya akan budaya.

Salah satu ciri khas Ramazan Bayramı adalah dominasi manisan dalam perayaannya, sehingga hari raya ini juga sering disebut Şeker Bayramı (Festival Gula).

Seperti halnya Idul Fitri di Indonesia, masyarakat Turki mempersiapkan Ramazan Bayramı dengan penuh semangat.

Bahkan, sebelum hari raya tiba, rumah-rumah dibersihkan secara menyeluruh, dan keluarga menyiapkan hidangan khas serta berbagai jenis manisan.

Pemerintah setempat turut berkontribusi dengan membersihkan masjid dan pemakaman, menciptakan suasana yang lebih khidmat.

Bagi anak-anak, Ramazan Bayramı adalah momen yang sangat dinantikan. Mereka mengenakan pakaian baru dan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengucapkan selamat hari raya sambil menerima permen, cokelat, atau bahkan uang sebagai hadiah.

Tradisi ini mirip dengan tradisi "halal bihalal" di Indonesia, tetapi dengan sentuhan khas Turki yang penuh manis.

Nama lain Ramazan Bayramı, yaitu Şeker Bayramı, tidak muncul tanpa alasan. Selama perayaan, toko-toko, restoran, bahkan kantor pemerintah menghiasi tempat mereka dengan beragam manisan khas Turki seperti baklava, lokum (Turkish delight), şekerleme (permen tradisional), dan biskuit.

Para pemilik toko sering membagikan manisan secara gratis kepada pelanggan sebagai bentuk kebahagiaan dan kedermawanan.

Selain itu, keluarga-keluarga Turki menyiapkan hidangan penutup khas seperti revani (kue semolina), kadayıf (kue sarang semut), dan sütlaç (puding beras) untuk disajikan kepada tamu yang berkunjung.

Tradisi berbagi manisan ini melambangkan rasa syukur, kebersamaan, dan kegembiraan setelah sebulan berpuasa.

Ramazan Bayramı di Turki berlangsung selama tiga hari, tetapi jika berdekatan dengan akhir pekan, liburan bisa diperpanjang hingga sembilan hari.

Momen ini dimanfaatkan banyak keluarga untuk berlibur, baik di dalam maupun luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X