KLIK SAJA - Grande Mosquée de Paris, atau Masjid Raya Paris, bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Islam di Prancis.
Masjid ini adalah simbol penghormatan dan rasa terima kasih negara Prancis kepada para tirailleurs, legiun Muslim dari koloni-koloni Prancis yang berjuang melawan pasukan Jerman selama Perang Dunia I.
Terletak di arondisemen ke-5 Paris, masjid ini menjadi saksi bisu sejarah panjang persahabatan antara Prancis dan dunia Muslim, serta peran penting umat Islam dalam membela negara tersebut.
Sejarah Pendirian: Penghormatan bagi Para Pahlawan Muslim
Setelah berakhirnya Perang Dunia I, Prancis memutuskan untuk membangun Masjid Raya Paris sebagai bentuk penghargaan kepada ribuan tentara Muslim dari koloni-koloni Afrika Utara yang gugur dalam pertempuran.
Baca Juga: Masjid Dzhumaya, Peninggalan Kebesaran Kekhalifahan Turki Usmani di Bulgaria
Mereka adalah bagian dari tirailleurs, pasukan kolonial yang berperan penting dalam mempertahankan Prancis dari invasi Jerman.
Pembangunan masjid ini juga dimaksudkan untuk memperkuat hubungan antara Prancis dan dunia Muslim, serta menunjukkan komitmen negara tersebut dalam melindungi kebebasan beragama.
Masjid Raya Paris diresmikan pada 15 Juli 1926 oleh Presiden Gaston Doumergue, dengan dihadiri oleh Sultan Yusef dari Maroko.
Acara peresmian ini menjadi momen bersejarah yang menegaskan persahabatan antara Prancis dan komunitas Muslim.
Arsitektur yang Memukau: Perpaduan Budaya Islam dan Prancis
Masjid Raya Paris dirancang dengan gaya arsitektur Mudéjar, yang terinspirasi oleh seni dan budaya Islam di Spanyol dan Afrika Utara.
Menara setinggi 33 meter yang menjulang di kompleks masjid ini terinspirasi oleh Masjid Al-Zaytuna di Tunisia, sementara dekorasi interiornya mengikuti gaya Masjid el-Qaraouyyîn di Fez, Maroko.