Mengagumi Kebesaran Benteng Wolio, Diklaim Bangunan Pertahanan Terluas di Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 17:57 WIB
Salah satu Bastion Benteng Wolio yang sangat besar dan kokoh (min)
Salah satu Bastion Benteng Wolio yang sangat besar dan kokoh (min)

KLIK SAJA – Siapa sangka benteng terluas di dunia ternyata bukan di Eropa atau Jepang, tetapi terdapat di Pulau Buton di Sulawesi Tenggara.

Namanya Benteng Keraton Buton atau dikenal juga sebagai Benteng Wolio karena dibangun di atas Bukit Wolio.

Bukit yang berdekatan laut ini berada di Kota Baubau, ibu kota Kabupaten Buton.

Luas Benteng mencapai 23,375 hektare (ha) dengan panjang keliling tembok benteng mencapai 2.740 meter.

Karena luasnya tersebut, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama Guinness Book of World Record pada September 2006 menobatkan Benteng Wolio sebagai bangunan pertahanan terluas di dunia. 

Benteng Wolio menghadap langsung kota Bau Bau yang di tepi laut
Benteng Wolio menghadap langsung kota Bau Bau yang di tepi laut (antara)

Terletak di puncak bukit setinggi 100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan lereng yang cukup terjal menjadikan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.

Dari tepian benteng tampak pemandangan menakjubkan Kota Baubau dan hilir mudik kapal di Selat Buton.

Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton.

Benteng didirikan bertujuan sebagai pusat pertahanan dan peradaban masyarakat Buton saat menghadapi penjajah Portugis, selain melindungi diri dari serangan bajak laut.

Benteng itu hanya berjarak sekitar 3 km atau sekitar 5 menit berkendara dari pusat kota Bau Bau.

Benteng Wolio berasal dari kata welia yang artinya ‘membabat’. Itu karena sewaktu masa pembangunannya dilakukan pembabatan dan penebangan pohon-pohon besar di sekitar bukit.

Desain bangunannya menarik dan memiliki bentuk arsitektur unik karena terbuat dari batu gunung dan karang yang direkatkan dengan putih telur memakai campuran pasir dan kapur.

Tinggi dan tebal temboknya tidak sama, mengikuti bentuk kontur tanah atau lereng bukit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go.id, Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X