Bulan lalu, Walking Project, sebuah kelompok warga di ibu kota keuangan India, Mumbai, merilis 'manifesto pejalan kaki' menjelang pemilihan negara bagian Maharashtra.
Hal tersebut untuk menyoroti buruknya kondisi jalan di kota itu dan mendorong politisi setempat untuk mengambil tindakan.
Manifesto tersebut memuat tuntutan untuk tempat parkir yang lebih baik, zona penjaja kaki lima yang ditentukan, koridor yang ramah pejalan kaki di jalan-jalan arteri dan membuat jalur pejalan kaki.
Hal ini bertujuan agar pedestarian trotoar lebih mudah diakses oleh mereka yang memiliki tantangan mobilitas seperti para disabilitas
"Statistik pemerintah menunjukkan bahwa hampir 50% penduduk kota bergantung pada jalan kaki, yang jauh lebih besar daripada 11% yang menggunakan transportasi pribadi dan gabungan 15% yang menggunakan tuk-tuk dan bus," ujar Vendant Mhatre, koordinator Walking Project.
Menurut perkiraan terbaru pemerintah India tentang kecelakaan lalu lintas, kematian pejalan kaki merupakan yang tertinggi kedua setelah pengendara sepeda motor.
Pada tahun 2022, tercatat lebih dari 10.000 pejalan kaki kehilangan nyawa di jalan raya nasional di seluruh negeri, dengan sekitar 21.000 lainnya mengalami cedera dalam kecelakaan.***