KLIK SAJA - Sekitar sepekan setelah sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Aljazair dan pendatang baru Yordania akan bertemu pada Senin malam waktu setempat di Stadion San Francisco Bay Area. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan pertama di Grup J.
Tim asal Afrika Utara tersebut, yang dalam panduan taruhan Piala Dunia kami memiliki peluang lebih besar untuk finis di posisi ketiga, harus mengakui kehebatan Lionel Messi.
Sementara itu, Yordania tampil cukup baik saat menghadapi Austria sebelum kebobolan dua gol pada menit-menit akhir dan akhirnya kalah 3-1.
Meskipun pada akhirnya kalah 3-1 dari Austria dalam debut mereka di Piala Dunia, Yordania tetap mampu bertahan dalam pertandingan hingga menit ke-12 masa tambahan waktu babak kedua.
Walau hanya menjadi sedikit penghiburan, hal itu menunjukkan bahwa Al Nashama mampu bersaing di level ini setelah memberikan perlawanan sengit kepada pasukan Ralf Rangnick.
Masih bermarkas di Santa Clara, tim Asia Barat tersebut kini akan menghadapi Aljazair dengan harapan dapat kembali tampil kompetitif melawan wakil Afrika Utara itu.
Namun, kegagalan "The Chivalrous Ones" meraih kemenangan dalam satu pertandingan pun sejak pertengahan Desember tentu menjadi kekhawatiran bagi para pendukung mereka, yang masih berharap tim kesayangan mampu meraih kemenangan bersejarah pertama di Piala Dunia dengan mengalahkan The Fennecs.
Prospek tersebut tampaknya tidak terlalu menjanjikan bagi tim asuhan Jamal Sellami. Dalam enam pertandingan tanpa kemenangan terakhir mereka, Yordania tidak pernah mencatatkan clean sheet, selalu kebobolan setidaknya dua gol di setiap laga, dan kalah dalam empat pertandingan di antaranya.
Aljazair tentu akan berusaha memanfaatkan kelemahan lini pertahanan tersebut saat mencoba bangkit dari kekecewaan pada laga pembuka turnamen, yaitu kekalahan 3-0 dari Argentina dalam penampilan kembali mereka di Piala Dunia.
Juara Afrika dua kali itu belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia sejak edisi 2014, ketika langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah melalui perpanjangan waktu dari Jerman, yang kemudian menjadi juara turnamen.
Peluang mereka menghadapi Messi dan rekan-rekannya semakin sulit akibat penampilan buruk Luca Zidane yang melakukan sejumlah kesalahan.
Putra dari legenda Prancis, Zinedine Zidane tersebut bertanggung jawab atas dua dari tiga gol yang dicetak sang juara bertahan.
Meski demikian, setelah melupakan hasil buruk tersebut, pasukan Vladimir Petkovic berharap dapat menunjukkan performa yang jauh lebih baik setelah gagal memberikan perlawanan berarti kepada Argentina asuhan Lionel Scaloni di Kansas City.
Aljazair mengakhiri rangkaian kegagalan mereka lolos dari fase grup Piala Dunia pada percobaan keempat di tahun 2014.