Meski demikian, pertandingan tersebut dianggap sebagai laga yang paling memungkinkan untuk dimenangkan di atas kertas.
Partisipasi Iran dalam turnamen ini sempat diselimuti ketidakpastian selama beberapa bulan akibat konflik yang sedang berlangsung dengan negara tuan rumah, Amerika Serikat.
Oleh karena itu, reaksi utama setelah mereka akhirnya tampil di turnamen ini adalah rasa lega.
Berdasarkan kesepakatan yang difasilitasi FIFA, skuad Iran tidak diizinkan menginap di wilayah Amerika Serikat.
Karena itu, mereka langsung kembali ke markas mereka di kota Tijuana, Meksiko, untuk mempersiapkan pertandingan melawan Belgia.
Laga ini akan menjadi pertemuan pertama kedua negara di level tim nasional senior. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Iran tidak boleh terlalu berharap banyak.
Selain hanya meraih tiga kemenangan dari 19 pertandingan Piala Dunia sepanjang sejarah, wakil Asia Barat tersebut juga telah kalah tujuh kali dalam 10 pertemuan melawan tim-tim Eropa.
Kondisi Tim dan Prediksi
Setelah penampilan yang kurang memuaskan saat melawan Mesir, pelatih Belgia Rudi Garcia mungkin akan melakukan beberapa perubahan. Namun, masih belum jelas apakah Romelu Lukaku sudah cukup bugar untuk tampil sebagai starter.
Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Belgia itu tampil dari bangku cadangan untuk memperoleh penampilan internasional ke-127 pada laga sebelumnya.
Namun, ia hanya bermain sangat sedikit bersama Napoli musim lalu dan kini telah menjalani tujuh pertandingan Piala Dunia tanpa mencetak gol.
Karena itu, Charles De Ketelaere kemungkinan tetap dipercaya sebagai penyerang "false nine". Leandro Trossard dan Matias Fernandez-Pardo juga dapat dimainkan dalam peran tersebut.
Sementara Zeno Debast masih absen karena cedera paha, duet bek tengah kemungkinan akan tetap dipertahankan.
Namun, dengan Maxim De Cuyper dan Joaquin Seys yang siap dimainkan, posisi kedua bek sayap belum sepenuhnya aman.