KLIK SAJA - Senegal dan Arab Saudi akan saling berhadapan di Toyota Field, Texas, pada Selasa malam waktu setempat dalam laga uji coba terakhir mereka menjelang Piala Dunia 2026.
Meskipun tim yang menjuluki diri mereka sebagai “juara Afrika” itu kalah dalam laga pemanasan terakhir melawan Amerika Serikat, Singa Teranga tetap berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan Arab Saudi menjelang pertandingan pekan ini.
Senegal telah kehilangan gelar juara Afrika yang mereka raih secara impresif setelah mengalahkan tuan rumah Piala Afrika 2025, Maroko, melalui adu penalti.
Namun, meskipun kasus tersebut masih menunggu keputusan dari CAS (Court of Arbitration for Sport), tim yang tiga kali menjadi finalis Piala Afrika itu harus segera mengalihkan fokus ke ajang sepak bola terbesar di dunia.
Pasukan Pape Thiaw memiliki waktu persiapan yang terbatas setelah berakhirnya kompetisi-kompetisi utama di Eropa.
Dalam jeda internasional kali ini, mereka hanya dijadwalkan menjalani beberapa pertandingan persahabatan resmi sebelum turnamen dimulai.
Pertandingan terakhir Singa Teranga memang tidak terlalu meyakinkan, meskipun mereka hanya kalah tipis 3-2 dari tim asuhan Mauricio Pochettino.
Walaupun unggul dalam penguasaan bola dengan persentase 53% berbanding 47%, Senegal kalah dalam jumlah tembakan dengan rasio 17-7 dari salah satu tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 tersebut.
Amerika Serikat sendiri sebelumnya sedang dalam tren buruk setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Belgia (5-2) dan Portugal (2-0).
Dengan pertandingan hari Selasa berlangsung tujuh hari sebelum laga ulangan Piala Dunia 2002 melawan Prancis pada 16 Juni, pasukan Thiaw berharap dapat memanfaatkan kondisi Arab Saudi yang datang ke turnamen dengan momentum yang minim.
Di Piala Dunia nanti, Senegal akan menghadapi Prancis, Norwegia, dan Iran di Grup I.
Sementara masalah terbesar Senegal adalah minimnya aktivitas pertandingan setelah musim kompetisi Eropa berakhir, situasi di kubu Al-Akhdar (Green Falcons/Elang Hijau) justru jauh lebih mengkhawatirkan.
Georgios Donis kini memimpin Arab Saudi menuju penampilan ketujuh mereka di putaran final Piala Dunia setelah edisi 1994, 1998, 2002, 2006, 2018, dan 2022.
Namun, mantan gelandang Yunani tersebut baru ditunjuk pada April lalu setelah masa jabatan kedua Herve Renard berakhir secara mendadak.