KLIK SAJA - Di antara dua leg semifinal piala mereka, favorit juara Inter Milan dan Como yang sedang memburu tiket Liga Champions akan saling berhadapan dalam laga Serie A pada Minggu malam waktu setempat.
Setelah pesta lima gol ke gawang Roma, Inter berhasil menghentikan tren negatif mereka dengan meyakinkan, sementara tuan rumah hanya mampu bermain imbang namun tetap bertahan di posisi keempat.
Mengakhiri paceklik kemenangan yang jarang terjadi sekaligus memperlebar keunggulan di puncak klasemen Serie A, Inter menghajar Roma dengan skor telak 5-2 akhir pekan lalu, dipimpin oleh kembalinya sang andalan, Lautaro Martinez.
Inter sudah unggul dalam satu menit di San Siro, saat sang kapten mencetak gol hanya beberapa detik setelah kembali dari cedera.
Martinez kemudian menambah gol penting ketiga setelah Hakan Calhanoglu mencetak gol spektakuler dari jarak 30 yard.
Marcus Thuram juga turut menyumbang gol lewat sundulan, melengkapi dua assist yang ia berikan, sementara pelatih kepala Cristian Chivu merayakan kemenangan impresif atas mantan klubnya.
Setelah rival sekota AC Milan kalah dari Napoli, kini Napoli menjadi pesaing terdekat Inter dalam perburuan Scudetto, tertinggal tujuh poin dengan jumlah laga yang tersisa sama banyak.
Sepanjang abad ke-21, hanya sekali tim yang memimpin Serie A dengan lebih dari 70 poin pada tahap ini gagal menjadi juara, sehingga dibutuhkan kemunduran besar bagi Nerazzurri untuk gagal meraih gelar.
Musim pertama Chivu bahkan berpotensi berakhir dengan gelar ganda domestik yang langka, karena semifinal Coppa Italia melawan Como akan ditentukan pada leg kedua di kandang mereka akhir bulan ini.
Sebelum itu, Inter harus kembali ke Stadio Sinigaglia, tempat kedua tim bermain imbang tanpa gol pada pertemuan pertama bulan lalu—di mana Como justru lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih baik.
Meski demikian, setelah kemenangan 4-0 di Milan pada awal musim ini, Inter telah memenangi tiga pertemuan liga sejak Como kembali ke kasta tertinggi Italia dengan agregat 8-0.
Como, yang lama berkutat di liga-liga bawah Italia, terakhir kali mengalahkan Inter di Sinigaglia pada Desember 1985.
Kini, dengan dukungan investasi besar dari investor asal Indonesia, Como menjadi ancaman yang jauh lebih serius bagi rival regional mereka dan tengah mengincar tiket Liga Champions dengan tujuh pertandingan tersisa.
Bersaing dengan Juventus, Roma, dan Atalanta untuk satu tempat di kompetisi elite Eropa, tim asuhan Cesc Fabregas sempat terhenti momentumnya setelah ditahan imbang 0-0 oleh Udinese di laga tandang tengah pekan ini.