KLIK SAJA - Tuan rumah Selandia Baru wajib meraih kemenangan di Eden Park pada hari Senin waktu setempat untuk menyelamatkan muka mereka di FIFA Series 2026 saat menghadapi Chile dalam laga terakhir turnamen persahabatan tersebut.
All Whites berada di dasar grup “pra-ditentukan” setelah menelan kekalahan 2–0 dari Finlandia pada laga pembuka, sementara kemenangan 4–2 atas Tanjung Verde membuat La Roja memuncaki klasemen menjelang pertandingan ini.
Turnamen persahabatan lintas benua FIFA 2026 terdiri dari sembilan grup, dengan masing-masing grup menghasilkan satu juara setelah dua pertandingan.
Setiap grup dimainkan dengan salah satu dari dua format: sistem jadwal pra-ditentukan atau format final-four.
Jika format final-four menggunakan sistem gugur dengan semifinal dan final, maka sistem jadwal pra-ditentukan menggunakan format liga mini, di mana tim dengan poin terbanyak dari dua pertandingan dinobatkan sebagai juara.
Bermain dengan format jadwal pra-ditentukan, grup Selandia Baru menempatkan tuan rumah di posisi terbawah setelah gol dari Joel Pohjanpalo dan Jaakko Oksanen memastikan kemenangan Finlandia.
Hasil ini membuat tim asuhan Darren Bazeley harus mengalahkan Chile untuk menjaga peluang finis sebagai juara grup.
Namun, tugas tersebut tampak berat bagi All Whites yang kini tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan (1 imbang, 7 kalah).
Mereka gagal mencetak gol dalam empat laga tersebut dan kebobolan setidaknya dua gol dalam tiga pertandingan terakhir.
Penurunan performa ini sangat kontras dengan periode sebelumnya, di mana Selandia Baru meraih tujuh kemenangan beruntun antara 11 Oktober 2024 hingga 8 Juni 2025, mencetak setidaknya tiga gol dalam enam laga dan mencatat enam clean sheet—sebuah catatan yang mengantarkan mereka lolos ke Piala Dunia 2026.
Tergabung bersama Belgia, Mesir, dan Iran—yang partisipasinya masih belum pasti—di Grup G Piala Dunia, pertandingan hari Senin juga menjadi persiapan penting menuju turnamen tersebut bagi tim yang saat ini berada di peringkat ke-86 FIFA.
Sementara itu, Chile menempati peringkat ke-52 dunia dan gagal lolos ke Piala Dunia setelah finis di posisi terbawah klasemen kualifikasi CONMEBOL, tertinggal sembilan poin dari zona playoff antar-konfederasi.
La Roja menutup fase kualifikasi tanpa kemenangan dalam enam pertandingan (2 imbang, 4 kalah) dan gagal mencetak gol sepanjang periode tersebut.
Namun, performa mereka mulai membaik di bawah asuhan Nicolas Cordova, yang berhasil membawa tim meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir.