KLIK SAJA - Mengawali perjuangan menuju babak 16 besar Liga Champions, Borussia Dortmund dan Atalanta BC akan saling berhadapan pada leg pertama babak playoff fase gugur, Selasa malam waktu setempat.
Dortmund, mantan juara yang dalam beberapa musim terakhir sempat mencapai final dan perempat final, memiliki sejarah yang lebih mentereng.
Sementara itu, La Dea mungkin tak seimpresif secara historis, namun mereka finis lebih tinggi pada fase liga musim ini.
Setelah hanya kalah sekali dalam enam laga awal Liga Champions—dengan produktivitas gol yang tinggi—Dortmund justru menelan dua kekalahan beruntun di akhir fase liga, keduanya dengan skor identik 0-2.
Mengawali kampanye dengan hasil imbang spektakuler 4-4 melawan Juventus, kekalahan dari Tottenham Hotspur dan Inter Milan membuat raksasa Jerman itu lolos tipis di posisi ke-17.
Namun sejak saat itu, performa BVB kembali menanjak. Mereka mencatat tiga kemenangan beruntun di Bundesliga dengan total sembilan gol.
Pada Sabtu lalu, Dortmund meraih kemenangan keenam berturut-turut di liga setelah menaklukkan Mainz 4-0.
Sebagai satu-satunya penantang serius dominasi Bayern Munich, Dortmund kini hanya terpaut enam poin dari raksasa Bavaria dan masih bersaing dalam perebutan gelar.
Di bawah arahan mantan pelatih Bayern, Niko Kovac, Dortmund menjadi tim yang sulit dikalahkan.
Mereka hanya sekali kalah dalam 30 laga liga terakhir, serta hanya menelan dua kekalahan dalam 22 pertandingan kandang terakhir di Liga Champions.
Dalam dua musim terakhir, Die Schwarzgelben juga sukses melewati lima fase gugur, dan kini berpeluang meraih kemenangan ke-100 mereka di kompetisi elite Eropa saat kembali berlaga di kancah kontinental.
Setelah menghadapi Inter bulan lalu, Dortmund kini akan menjamu klub Lombardia lainnya yang juga mengenakan warna hitam-biru. Pertemuan sebelumnya dengan Atalanta terjadi di Liga Europa 2017-18, di mana Dortmund menang agregat, diawali kemenangan kandang 3-2.
Berkat start cepat di fase liga, Atalanta finis dua poin dan dua peringkat di atas Dortmund, sehingga berhak atas keuntungan bermain kandang pada leg kedua di Bergamo.
Menempati posisi ke-13 jelang laga terakhir, La Dea bahkan masih lolos meski menutup fase liga dengan dua kekalahan beruntun dari Athletic Bilbao dan Union Saint-Gilloise.